Puluhan Rumah Rusak Disapu Angin Kencang Lombok Tengah, Ratusan KK Terdampak Banjir
Angin kencang Lombok Tengah pada pekan ketiga Januari 2026 merusak 41 rumah, sementara banjir menggenangi ratusan KK, mendesak BPBD Lombok Tengah untuk bertindak cepat dalam penanganan bencana.
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda cuaca ekstrem pada pekan ketiga Januari 2026, menyebabkan kerusakan signifikan dan dampak luas bagi masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah mencatat sedikitnya 41 rumah mengalami kerusakan akibat sapuan angin kencang. Bencana ini tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga mengganggu infrastruktur penting di beberapa desa.
Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, menjelaskan bahwa dampak angin puting beliung tersebar di 10 desa, menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit. Selain itu, cuaca ekstrem yang sama turut memicu hujan lebat, mengakibatkan bencana banjir yang meluas di wilayah tersebut. Ratusan kepala keluarga (KK) kini harus menghadapi genangan air yang merendam permukiman mereka.
Pihak BPBD Lombok Tengah telah bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan logistik mendesak dan melakukan asesmen di area terdampak. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan ekstrem dan angin kencang masih mungkin terjadi secara tiba-tiba dalam 10 hari ke depan, seiring dengan periode musim hujan yang sedang berlangsung.
Dampak Angin Kencang dan Kerusakan Infrastruktur
Bencana angin kencang yang melanda Lombok Tengah pada pekan ketiga Januari 2026 telah menyebabkan kerusakan pada 41 bangunan rumah di 10 desa. Desa-desa yang terdampak meliputi Bilelando (3 KK), Jelantik (29 KK), Labulia (1 KK), Tanak Awu (1 KK), Teruai (1 KK), Laju (1 KK), Murbaya (1 KK), dan Nadia (1 KK). Kerusakan ini mencakup berbagai tingkat, mulai dari ringan hingga berat, yang memaksa warga untuk mencari perlindungan sementara.
Selain rumah warga, infrastruktur publik juga tidak luput dari amukan angin kencang. Belasan tiang listrik dilaporkan roboh, menyebabkan gangguan pasokan listrik di beberapa area. Pohon-pohon tumbang juga banyak ditemukan, menghalangi akses jalan dan menimbulkan potensi bahaya tambahan bagi warga. Petugas gabungan, termasuk dari PLN, telah sigap menangani tiang listrik yang roboh dan membersihkan pohon tumbang untuk memulihkan kondisi.
Lebih lanjut, beberapa jembatan penghubung antar dusun di desa-desa terdampak juga mengalami kerusakan. Kondisi ini tentu saja mempersulit mobilitas warga dan distribusi bantuan ke lokasi-lokasi terpencil. BPBD Lombok Tengah terus melakukan pendataan dan asesmen untuk memastikan seluruh kerusakan tercatat dan dapat ditangani secara komprehensif.
Banjir Melanda, Ratusan KK Terdampak
Tidak hanya angin kencang, hujan lebat yang menyertai cuaca ekstrem di Lombok Tengah juga memicu bencana banjir di sejumlah wilayah. Total sebanyak 664 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak banjir, tersebar di beberapa desa. Angka ini menunjukkan skala dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat lokal.
Beberapa desa yang paling parah terdampak banjir antara lain Desa Kabul dengan 337 KK, Desa Selong Belanak dengan 109 KK, dan Desa Pengembur dengan 70 KK. Desa-desa lainnya yang juga terendam banjir meliputi Bonder (5 KK), Tanak Rarang (16 KK), Kateng (15 KK), Kuta (27 KK), Puyung (5 KK), dan Kidang (80 KK). Genangan air telah merendam rumah dan lahan pertanian, mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Banjir ini menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat Lombok Tengah di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. BPBD Lombok Tengah terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan banjir dapat dilakukan secepat mungkin. Prioritas utama adalah keselamatan warga dan penyediaan kebutuhan dasar bagi mereka yang terdampak.
Respons Cepat dan Imbauan Kewaspadaan Dini
Menanggapi serangkaian bencana ini, BPBD Lombok Tengah telah mengambil langkah-langkah penanganan darurat. Bantuan logistik berupa kebutuhan mendesak telah disalurkan kepada para korban angin kencang dan banjir. Selain itu, tim BPBD juga sedang melakukan asesmen mendalam ke wilayah-wilayah terdampak untuk mengidentifikasi kebutuhan lebih lanjut dan merencanakan langkah pemulihan pasca-bencana.
Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Sebagian besar wilayah Lombok Tengah saat ini telah memasuki periode musim hujan, dan potensi hujan signifikan diperkirakan terjadi dalam 10 hari mendatang. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan kebersihan lingkungan dan memantau debit air di wilayah aliran air guna mencegah terjadinya banjir susulan.
Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Kesiapsiagaan dini menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan dampak dari bencana alam. BPBD Lombok Tengah akan terus memberikan informasi dan peringatan terkait perkembangan cuaca kepada publik.
Sumber: AntaraNews