Pemprov Jateng Percepat Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Purbalingga
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mempercepat penanganan bencana di Purbalingga dengan menyalurkan bantuan, menyiapkan relokasi warga, serta memperbaiki infrastruktur pascabencana, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara menyeluruh
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bergerak cepat dalam penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Purbalingga. Langkah-langkah percepatan ini meliputi penyaluran bantuan esensial, penyiapan relokasi bagi warga terdampak, serta perbaikan infrastruktur vital yang rusak akibat bencana. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pemulihan menyeluruh bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen Pemprov saat meninjau langsung lokasi bencana di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, pada Jumat (30/1). Ia menyatakan bahwa percepatan penanganan ini bertujuan untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat sejak status tanggap darurat bencana ditetapkan. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan respons yang komprehensif.
Sejak status tanggap darurat diberlakukan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng telah diaktifkan untuk mendukung penuh penanganan bencana di Purbalingga. Gubernur Luthfi menekankan bahwa penanganan bencana tidak hanya berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga mencakup pemulihan dan kebangkitan kembali masyarakat terdampak. Ini menunjukkan fokus pada keberlanjutan pascabencana.
Dukungan Komprehensif Pemprov Jateng untuk Korban Bencana Purbalingga
Gubernur Ahmad Luthfi memastikan bahwa kebutuhan masyarakat terpenuhi secara paripurna, mulai dari penanganan darurat hingga fase pemulihan ke depan. Seluruh OPD di lingkungan Pemprov Jateng telah bergerak aktif mendukung penanganan bencana di Purbalingga sejak status tanggap darurat ditetapkan. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan koordinasi yang kuat dalam menghadapi situasi darurat.
Ratusan rumah warga direncanakan untuk direlokasi guna menjamin keselamatan dan kenyamanan jangka panjang. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Purbalingga sedang menyiapkan lokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) dengan dukungan penuh dari Pemprov Jateng dan kementerian terkait. Proses ini menjadi prioritas utama dalam upaya pemulihan pascabencana.
Dalam kunjungannya, Gubernur Luthfi menyerahkan bantuan secara simbolis dengan total nilai hampir Rp700 juta. Bantuan ini mencakup kebutuhan permakanan, pakaian, mainan anak, bantuan perumahan, serta kebutuhan dasar lainnya bagi para pengungsi dan korban bencana. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak.
Prioritas Perbaikan Infrastruktur dan Koordinasi Lintas Sektor
Salah satu fokus utama percepatan penanganan bencana di Purbalingga adalah perbaikan infrastruktur yang rusak. Pemprov Jateng memprioritaskan perbaikan jembatan yang putus dan memutus akses ke sejumlah wilayah, terutama yang vital bagi aktivitas ekonomi dan hajat hidup orang banyak. Koordinasi erat telah dilakukan dengan TNI dan Polri untuk pengerahan jembatan sementara sambil mempersiapkan perbaikan dan pembangunan jembatan permanen.
Gubernur Luthfi juga meninjau Posko Penanganan Bencana di Balai Desa Serang dan memimpin rapat percepatan penanganan bersama pemangku kepentingan terkait. Selain itu, ia mengunjungi lokasi pengungsian di Villa Serang serta meninjau langsung titik bencana di Dusun Gunungmalang dan Dusun Kaliurip. Kunjungan ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap kondisi di lapangan.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengapresiasi dukungan Pemprov Jateng yang telah diberikan sejak hari pertama bencana terjadi. Menurutnya, seluruh OPD di lingkungan Pemprov Jateng langsung bergerak mendukung penanganan bersama pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi ini sangat krusial dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Tantangan dan Kebutuhan Mendesak Pascabencana di Purbalingga
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Jumat (23/1) sekitar pukul 22.00 WIB, berdampak pada empat desa di lereng Gunung Slamet, Purbalingga. Desa-desa yang terdampak meliputi Desa Sangkanayu dan Desa Lambur di Kecamatan Mrebet, serta Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja. Skala dampak bencana ini memerlukan respons cepat dan terkoordinasi.
Bupati Fahmi Muhammad Hanif mengidentifikasi tiga kebutuhan mendesak saat ini. Kebutuhan tersebut meliputi penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak, perbaikan jembatan yang rusak akibat banjir dan longsor, serta pemulihan jaringan air bersih. Pemenuhan kebutuhan ini menjadi kunci dalam mengembalikan kehidupan normal masyarakat.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga sedang berkoordinasi intensif dengan pemerintah desa untuk menentukan lokasi huntara dan huntap, serta menghitung kebutuhan lahan yang diperlukan. Upaya ini merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang untuk memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang aman dan layak huni. Dukungan Pemprov Jateng sangat membantu dalam proses ini.
Sumber: AntaraNews