Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi dampak banjir bandang di Kabupaten Situbondo. Rencana tersebut mencakup pengerukan sedimentasi dan pembangunan bronjong di tepi Sungai Lubawang, Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur. Langkah ini diharapkan dapat mengendalikan erosi serta menstabilkan tanah di area terdampak bencana.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan langsung rencana ini saat meninjau rumah warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Banyuglugur pada Jumat petang. Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam penanganan pascabencana di wilayah tersebut. Khofifah juga menyoroti titik-titik sedimentasi di Sungai Lubawang yang memerlukan pengerukan segera untuk mencegah banjir berulang.
Selain upaya fisik pada sungai, Pemprov Jatim juga mempersiapkan bantuan kemanusiaan serta dukungan untuk sektor pertanian. Ribuan rumah warga di beberapa desa mengalami kerusakan parah akibat luapan sungai, sehingga penanganan komprehensif sangat mendesak. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat Situbondo yang terdampak.
Advertisement
Advertisement
Pengerukan endapan lumpur, pasir, dan sampah dari Sungai Lubawang menjadi prioritas utama untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai. Luapan sungai ini sebelumnya menerjang ribuan rumah warga, menyebabkan kerusakan signifikan. Dengan pengerukan yang efektif, risiko banjir di masa mendatang dapat diminimalisir secara substansial.
Bersamaan dengan pengerukan, pembangunan bronjong di tepi Sungai Lubawang akan segera dilaksanakan. Bronjong berfungsi penting dalam mengendalikan erosi dan menstabilkan struktur tanah di sepanjang bantaran sungai. Ini merupakan solusi jangka panjang untuk melindungi permukiman dan lahan pertanian dari ancaman abrasi dan luapan air sungai.
Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Pemprov Jatim dalam mitigasi bencana dan pemulihan lingkungan pasca-banjir. Fokus pada infrastruktur sungai menjadi kunci untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan hidup masyarakat di sekitar Sungai Lubawang. Penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan mengingat skala kerusakan yang terjadi.
Advertisement
Advertisement
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah, menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang. Bantuan tersebut mencakup 100 unit kompor, 100 paket sembako, 100 paket kidsware, 50 paket siap saji, 50 paket lauk pauk, serta 50 paket tambahan gizi. Selain itu, diserahkan pula 100 selimut, 100 paket kebersihan, 100 terpal, 100 paket peralatan memasak, dan pakaian untuk pria, wanita, serta lansia.
Selain bantuan logistik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mempersiapkan penyediaan pipa-pipa saluran air untuk mengairi areal persawahan di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur. Inisiatif ini krusial mengingat saat ini telah memasuki musim tanam, sehingga pasokan air yang memadai sangat dibutuhkan oleh para petani. Dukungan ini diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian.
Penyaluran bantuan dan persiapan infrastruktur pertanian ini merupakan bagian dari upaya komprehensif Pemprov Jatim. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan darurat, tetapi juga dukungan untuk kembali beraktivitas dan memulihkan mata pencarian mereka. Koordinasi antara pemerintah provinsi dan daerah menjadi kunci keberhasilan program pemulihan ini.
Advertisement
Advertisement
Banjir bandang yang melanda Situbondo pada Rabu (21/1) malam menyebabkan kerusakan parah di beberapa desa. Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, dengan 440 unit rumah mengalami kerusakan berat. Skala kerusakan ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak luapan Sungai Lubawang terhadap permukiman warga.
Desa Kalianget, yang masih berada dalam satu kecamatan dengan Lubawang, juga mengalami dampak signifikan, dengan 246 unit rumah terdampak banjir. Kerugian material yang besar ini membutuhkan upaya rehabilitasi yang intensif dari berbagai pihak. Pemerintah terus berupaya mendata dan memprioritaskan penanganan di wilayah-wilayah tersebut.
Selain Kecamatan Banyuglugur, dampak luapan air Sungai Lubawang juga meluas ke Kecamatan Besuki. Di sana, sebanyak 5.425 rumah terdampak, tersebar di Desa Pesisir (2.882 rumah), Desa Kalimas (193 rumah), Desa Demung (44 rumah), dan Desa Besuki (2.306 rumah). Data ini menggarisbawahi luasnya cakupan bencana dan urgensi penanganan yang terkoordinasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews