Pemprov Jateng Raih Penghargaan Pioneer Economic Empowerment, Bukti Keberhasilan Genjot Investasi dan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil meraih Penghargaan Pioneer Economic Empowerment atas upaya signifikan dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Apa rahasia di baliknya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Pioneer Economic Empowerment, Bukti Keberhasilan Genjot Investasi dan Ekonomi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil meraih Penghargaan Pioneer Economic Empowerment atas upaya signifikan dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Apa rahasia di baliknya? (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) baru-baru ini menorehkan prestasi membanggakan. Pemprov Jateng meraih Penghargaan Pioneer of Economic Empowerment dalam ajang Indonesia Kita Award. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi mereka dalam menggenjot investasi.

Penganugerahan ini berlangsung di Semarang pada tanggal 11 November. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, secara langsung menerima penghargaan tersebut. Ini menandai keberhasilan strategi Pemprov dalam menumbuhkan perekonomian daerah secara signifikan.

Capaian ini membuktikan bahwa langkah-langkah Pemprov Jateng dalam memperkuat investasi telah membuahkan hasil nyata. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk media massa, turut memperkuat legitimasi upaya ini. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja ekonomi.

Realisasi Investasi dan Serapan Tenaga Kerja yang Impresif

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng menunjukkan realisasi investasi yang kuat. Hingga September 2025, investasi mencapai Rp66,13 triliun. Angka ini setara dengan 84,42 persen dari target tahunan penanaman modal.

Investasi tersebut terbagi menjadi dua komponen utama. Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp29,27 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp36,86 triliun. Angka ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Jawa Tengah.

Keberhasilan ini tidak hanya tercermin dari nilai investasi. Capaian ini juga diikuti dengan serapan tenaga kerja yang signifikan. Sebanyak 326.462 pekerja berhasil diserap, menempatkan Jawa Tengah di posisi kedua terbanyak se-Pulau Jawa.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan, "Penghargaan ini memberikan semangat bagi kami sebagai pemerintah dan seluruh stakeholder untuk meningkatkan investasi di Jawa Tengah."

Pertumbuhan Ekonomi Melampaui Rata-rata Nasional

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah menunjukkan performa yang sangat baik. Pada Triwulan III (Juli-September) 2025, ekonomi provinsi ini tumbuh 5,37 persen secara year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang tumbuh 5,04 persen.

Jika dilihat secara kuartal ke kuartal (Q-to-Q), ekonomi Jateng juga menunjukkan pertumbuhan positif. Pertumbuhan tercatat sebesar 1,12 persen. Secara kumulatif hingga Triwulan III 2025, ekonomi Jateng tumbuh 5,21 persen (C-to-C).

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan stakeholder lainnya berperan aktif. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Strategi Pemprov Jateng dalam Menarik Investasi

Pemprov Jateng berkomitmen penuh untuk menjaga iklim investasi yang kondusif. Mereka memastikan kepastian dan kenyamanan berusaha bagi para investor. Kolaborasi erat dengan pelaku industri terus diperkuat.

Layanan perizinan yang cepat, transparan, dan berbasis digital menjadi prioritas. Selain itu, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten juga dijamin. Ini dilakukan melalui pelatihan vokasi dan program peningkatan keterampilan.

Gubernur Luthfi menambahkan, "Membangun suatu daerah itu tidak bisa mengandalkan APBD atau pendapatan asli daerah (PAD), itu hanya 15 persen. Sedangkan 85 persen adalah investasi yang datangnya dari dalam maupun dari luar."

Saat ini, Jawa Tengah memiliki tujuh kawasan industri strategis. Kawasan-kawasan ini meliputi Kendal Industrial Park (KEK Kendal), Grand Batang City, Batang Industrial Park, Wijaya Kusuma Industrial Park, Jatengland Industrial Park, Kawasan Industri Candi, dan Bukit Semarang Baru (BSB).

Pemprov juga mendorong seluruh kepala daerah di Jawa Tengah untuk membuka kawasan industri atau kawasan ekonomi baru di wilayah masing-masing. Beberapa daerah seperti Cilacap, Kebumen, dan Sragen telah mulai menyiapkan lahan. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung investasi lebih lanjut dan menciptakan pusat ekonomi baru.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi