Pemprov Jateng Pastikan Layanan Dasar Korban Banjir Demak Terpenuhi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menegaskan komitmennya dalam memastikan layanan dasar korban banjir Demak terpenuhi secara menyeluruh. Simak upaya penanganan yang dilakukan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bergerak cepat memastikan layanan dasar bagi warga yang menjadi korban banjir di Kabupaten Demak tetap terpenuhi dengan baik. Penanganan bencana ini dilakukan secara komprehensif, mencakup berbagai aspek krusial untuk keberlangsungan hidup para pengungsi.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, secara langsung meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Demak pada Sabtu (4/4). Kunjungan ini sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian penuh terhadap kondisi masyarakat terdampak.
Luthfi menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari fasilitas sekolah, layanan kesehatan, bahan pokok, hingga makanan, tidak boleh terabaikan. Hal ini menjadi prioritas utama dalam upaya penanganan pasca-bencana.
Peninjauan Langsung dan Komitmen Pemprov Jateng
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama jajaran terkait meninjau korban bencana banjir yang saat ini mengungsi di Kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Para warga menempati ruang utama gedung pengungsian, beristirahat di atas alas darurat, dan sebagian lain duduk di teras sambil menunggu kondisi di rumah mereka membaik.
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan mereka. Ia juga secara simbolis menyerahkan bantuan kepada para pengungsi, menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kondisi yang dialami masyarakat.
Komitmen Pemprov Jateng untuk penanganan banjir tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan. Gubernur Luthfi menegaskan bahwa penanganan bencana ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir untuk menuntaskan persoalan banjir di Demak.
Dampak Banjir dan Respons Penanganan
Banjir di Demak terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (3/4). Peristiwa ini berdampak signifikan pada delapan desa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.
Jumlah pengungsi yang tercatat akibat bencana ini mencapai 2.839 jiwa, menunjukkan skala dampak yang cukup luas. Mereka terpaksa meninggalkan rumah dan mencari tempat aman di pengungsian sementara.
Total bantuan yang disalurkan oleh Pemprov Jateng untuk penanganan banjir Demak mencapai Rp236.985.411. Bantuan ini berasal dari berbagai instansi terkait, meliputi BPBD Jateng, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, dan PMI Jateng, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menghadapi bencana.
Setelah menyapa warga, Gubernur Jateng segera menggelar rapat terbatas bersama Bupati Demak Eisti’anah dan jajaran terkait untuk membahas strategi penanganan lebih lanjut. Rapat ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah komprehensif agar penanganan banjir dapat berjalan efektif dan efisien.
Kesaksian Korban Bencana
Salah satu korban banjir, Musri'ah, warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, menceritakan pengalamannya saat bencana terjadi. Ia terpaksa mengungsi karena rumahnya terdampak parah akibat luapan air.
Musri'ah menjelaskan bahwa air datang dengan sangat cepat saat tanggul tidak lagi mampu menahan arus. "Kejadiannya Jumat (3/4) sekitar pukul 10.00 WIB, saya di rumah. Tiba-tiba airnya mengalir deras sekali dari tanggul, lama-lama jebol," katanya.
Menjelang sore, ketinggian air terus naik hingga mencapai setinggi dada setelah Ashar, memaksa warga dievakuasi menggunakan perahu. Kisah ini menggambarkan betapa mendadak dan parahnya dampak banjir yang dialami masyarakat Demak.
Sumber: AntaraNews