Banjir Demak Rendam Ratusan Hektare Sawah, Ribuan Rumah Terdampak
Banjir Demak akibat curah hujan tinggi dan tanggul jebol menyebabkan 671 hektare sawah terendam, ribuan rumah dan fasilitas umum terdampak, serta ribuan warga mengungsi.
Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kembali dilanda banjir. Bencana ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta jebolnya sejumlah tanggul sungai. Akibatnya, ratusan hektare sawah dan ribuan rumah warga terendam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak melaporkan bahwa total 671 hektare areal persawahan terdampak. Banjir ini tersebar di sembilan desa di wilayah tersebut. Ketinggian genangan air di sawah bervariasi.
Selain lahan pertanian, banjir juga merendam 2.116 rumah penduduk, 29 tempat ibadah, dan 18 sekolah. Data per Sabtu (4/4) menunjukkan 2.839 jiwa terpaksa mengungsi.
Dampak Luas Banjir di Sembilan Desa Demak
Banjir yang melanda Kabupaten Demak kali ini memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menyatakan bahwa genangan air tidak hanya terbatas pada areal persawahan.
Secara keseluruhan, 671 hektare sawah di sembilan desa terendam banjir, menambah daftar panjang kerugian sektor pertanian. Selain itu, fasilitas umum seperti 29 tempat ibadah dan 18 sekolah juga ikut terdampak. Ribuan rumah warga, tepatnya 2.116 unit, juga mengalami genangan.
Dampak terparah terhadap lahan pertanian dilaporkan terjadi di Desa Trimulyo dan Sidoharjo. Kedua desa ini menyumbang sekitar 660 hektare dari total lahan sawah yang terendam. Kondisi ini memaksa ribuan warga mengungsi demi keselamatan mereka.
Upaya Penanganan dan Bantuan untuk Petani Terdampak Banjir Demak
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melalui Kepala Dinas Agus Herawan, mengungkapkan bahwa lahan tanaman padi yang terendam banjir memiliki usia berkisar 30 hari. Hal ini berarti kerugian petani tidak akan terlalu besar jika terjadi puso, karena tanaman belum mencapai fase panen.
Pemerintah daerah berencana untuk mendata seluruh lahan yang mengalami puso akibat banjir ini. Pendataan tersebut bertujuan untuk mengusulkan bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban petani yang terdampak.
Sebelumnya, lahan tanaman padi yang puso akibat banjir juga telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa benih padi. Ini memungkinkan petani untuk kembali menanam di lahan sawah mereka setelah genangan surut.
Penyebab Utama dan Lokasi Tanggul Jebol Pemicu Banjir
Penyebab utama terjadinya banjir di Demak adalah curah hujan yang sangat tinggi. Kondisi ini menyebabkan limpasan air dari Sungai Tuntang. Limpasan air tersebut kemudian diperparah dengan jebolnya tanggul di beberapa lokasi.
Peristiwa tanggul jebol ini terjadi pada Jumat (3/4) pagi, memicu genangan yang meluas dengan cepat. Lokasi tanggul yang jebol berada di Desa Trimulyo. Di desa ini, terdapat tiga titik tanggul yang jebol dengan panjang masing-masing 30 meter dan 10 meteran.
Selain di Desa Trimulyo, tanggul juga jebol di Desa Sidoharjo. Di desa ini, terdapat tiga lokasi tanggul yang jebol dengan panjang sekitar 15 meteran setiap titiknya. Kondisi tanggul yang tidak mampu menahan debit air tinggi menjadi faktor krusial dalam bencana ini.
Sumber: AntaraNews