BBWS Pemali Juana Percepat Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang Demak Pasca Banjir
Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana telah memulai perbaikan tanggul Sungai Tuntang Demak yang jebol di enam lokasi, menyusul surutnya air dan dampak banjir.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah memulai upaya perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di enam titik lokasi strategis. Tindakan cepat ini dilakukan menyusul menurunnya debit air sungai secara signifikan pasca-banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Perbaikan infrastruktur vital ini menjadi prioritas untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengonfirmasi pengerahan alat berat guna mempercepat proses perbaikan tanggul. Fokus utama penanganan saat ini berada di Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, yang menjadi lokasi terdampak paling parah. Banjir sebelumnya telah menyebabkan ribuan warga harus mengungsi dari rumah mereka.
Peristiwa jebolnya tanggul ini terjadi pada Jumat (3/4) pagi, dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi di wilayah hulu Sungai Tuntang. Meskipun kondisi cuaca di Demak sendiri cerah, volume air yang melampaui daya tampung sungai mengakibatkan tanggul tidak mampu menahan tekanan. Bencana ini tercatat telah berdampak pada 2.116 rumah dan 7.606 jiwa di Demak.
Upaya Cepat BBWS Pemali Juana dalam Perbaikan Tanggul Darurat
BBWS Pemali Juana, sebagai unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bergerak cepat menanggapi kerusakan tanggul Sungai Tuntang di Demak. Mereka mengerahkan alat berat ke enam lokasi tanggul jebol yang tersebar di dua desa krusial. Langkah ini diambil segera setelah debit air sungai mulai menunjukkan penurunan signifikan, memungkinkan akses untuk pengerjaan.
Di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, dua unit ekskavator telah dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan tanggul yang rusak parah. Situasi serupa juga terlihat di Dukuh Solowere, Desa Trimulyo, dengan pengerahan dua ekskavator tambahan guna menstabilkan kondisi. Penanganan serupa juga dilakukan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, untuk mengatasi tanggul jebol di sana dengan bantuan alat berat.
Agus Sukiyono dari BPBD Demak menegaskan bahwa perbaikan awal yang sedang berlangsung ini bersifat sementara untuk menanggulangi kondisi darurat. Nantinya, akan ada perbaikan secara permanen yang lebih komprehensif untuk memastikan tanggul lebih kuat dan tidak mudah jebol lagi di masa depan. Hal ini menjadi prioritas utama untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan hidup masyarakat sekitar.
Dampak Luas Banjir dan Kondisi Pengungsi di Demak
Banjir yang melanda Kabupaten Demak disebabkan oleh debit air Sungai Tuntang yang melampaui kapasitasnya secara drastis. Curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah hulu sungai menjadi pemicu utama, meskipun kondisi cuaca di wilayah Demak sendiri terpantau cerah. Kondisi hidrologis ini menciptakan tekanan luar biasa pada struktur tanggul yang ada.
Akibat luapan air yang masif, enam lokasi tanggul Sungai Tuntang jebol dan terjadi limpasan air di beberapa titik pada Jumat (3/4) pagi. Tiga lokasi tanggul yang jebol berada di Desa Trimulyo dengan panjang kerusakan mencapai 30 meter dan 10 meteran. Sementara itu, tiga lokasi lainnya di Desa Sidoharjo mengalami kerusakan sepanjang sekitar 15 meteran, menunjukkan skala kerusakan yang signifikan.
Data terkini dari BPBD Demak mencatat bahwa banjir ini berdampak pada 2.116 rumah warga dan total 7.606 jiwa penduduk. Sebanyak 2.839 jiwa sempat mengungsi dari sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan berbeda. Berita baiknya, para pengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi air surut dan situasi dinilai aman.
Sembilan desa yang terdampak parah meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo yang semuanya berada di Kecamatan Guntur. Selain itu, Desa Ploso di Kecamatan Karangtengah, Desa Lempuyang di Kecamatan Wonosalam, serta Desa Sarimulyo dan Solorire di Kecamatan Kebonagung juga turut merasakan dampak banjir ini.
Sumber: AntaraNews