Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan tantangan signifikan dalam upaya percepatan perbaikan tanggul jebol di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Debit air yang tinggi, dipicu oleh intensitas hujan deras dan fenomena rob, menjadi kendala utama bagi tim di lapangan. Situasi ini menghambat proses pemulihan infrastruktur vital yang rusak akibat hantaman banjir beberapa waktu lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa dua tanggul utama yang terdampak adalah tanggul Sungai Cabean dan Sungai Tuntang di Demak. Kedua tanggul ini masih dalam tahap perbaikan intensif untuk mengembalikan fungsinya. Banjir yang melanda wilayah ini telah berlangsung sejak Senin, 16 Februari, pukul 03.30 WIB, dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi.
Meskipun upaya perbaikan terus dilakukan, kondisi cuaca yang tidak menentu dan karakteristik wilayah Demak yang berupa cekungan memperparah keadaan. BNPB terus mengkoordinasikan seluruh kegiatan penanganan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir. Tujuannya adalah mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak dan memastikan keselamatan warga.
Advertisement
Advertisement
Abdul Muhari dari BNPB menegaskan bahwa debit air yang tinggi merupakan faktor penghambat paling krusial dalam perbaikan tanggul jebol di Demak. Tingginya curah hujan dan fenomena rob secara bersamaan menyebabkan volume air sungai meningkat drastis. Kondisi ini menyulitkan pengerjaan konstruksi dan penguatan tanggul yang sedang berlangsung.
Penanganan tanggul Sungai Tuntang, misalnya, masih tertunda di beberapa lokasi karena debit air yang belum menunjukkan penurunan signifikan. Meskipun demikian, sebagian titik tanggul Sungai Tuntang telah berhasil ditutup dan diperkuat. Upaya ini menunjukkan komitmen untuk memulihkan kondisi tanggul secepat mungkin di tengah tantangan alam.
BNPB terus memantau kondisi cuaca dan debit air untuk mengoptimalkan jadwal dan metode perbaikan. Koordinasi erat dengan pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi kunci. Tujuannya agar setiap langkah yang diambil dapat efektif dan efisien dalam menghadapi situasi darurat ini.
Advertisement
Advertisement
Progres penutupan tanggul Sungai Cabean telah mencapai angka yang cukup signifikan. Di lokasi titik kiri, penutupan sudah sekitar 70 persen, sementara di lokasi kanan mencapai 80 persen dan masih dalam proses penguatan. Pencapaian ini menunjukkan kemajuan positif dalam upaya mitigasi risiko banjir di masa mendatang.
Namun, kondisi perbaikan tanggul yang belum menyeluruh, ditambah dengan hujan deras berdurasi panjang, menyebabkan sejumlah wilayah di Demak masih tergenang. Berdasarkan data yang diterima BNPB, ada lima desa di Kecamatan Sayung masih terdampak genangan air. Ketinggian air di desa-desa tersebut berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter.
Genangan ini diperparah oleh karakter wilayah Demak yang berupa cekungan. Selain itu, tingginya air rob juga menghambat aliran air menuju Sungai Dombo agar tidak optimal. Akibatnya, air masih menggenangi permukiman warga serta akses jalan, mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Advertisement
Advertisement
BNPB telah merencanakan dan melaksanakan berbagai upaya lanjutan untuk mengatasi permasalahan ini. Langkah-langkah tersebut meliputi penguatan tanggul yang sudah ada dan normalisasi saluran sekunder. Selain itu, pemasangan jaring penahan sampah di Sipon Gajah juga dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air.
Pembersihan saluran menggunakan alat berat juga menjadi bagian dari strategi penanganan untuk memastikan tidak ada hambatan. Seluruh kegiatan ini dikoordinasikan secara terpusat melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir. Tujuannya adalah mempercepat pemulihan wilayah terdampak secara komprehensif.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Penting bagi warga untuk segera melaporkan setiap kejadian bencana melalui saluran resmi yang tersedia. Pelaporan cepat dan tepat akan memungkinkan penanganan yang lebih efektif dan responsif dari pihak berwenang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews