Gubernur Sumut Pastikan Perbaikan Tanggul Sungai Wampu Langkat yang Jebol Segera Dilakukan
Gubernur Sumut Bobby Nasution memastikan perbaikan tanggul Sungai Wampu Langkat yang jebol akibat banjir segera ditangani, demi mencegah bencana serupa terulang dan meringankan beban warga terdampak.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, memastikan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk segera melakukan perbaikan tanggul Sungai Wampu. Tanggul ini sebelumnya jebol akibat terjangan banjir di Kabupaten Langkat beberapa waktu lalu. Keputusan strategis ini diambil guna mengantisipasi terulangnya bencana serupa di masa mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan Bobby Nasution setelah meninjau langsung kondisi korban banjir di Posko Bencana Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, pada hari Sabtu. Dalam kunjungannya, ia berdialog dan menyampaikan simpati mendalam kepada puluhan masyarakat yang terdampak. Banyak warga yang masih harus mengungsi karena rumah mereka terendam air selama lebih dari satu pekan.
Selain fokus pada perbaikan tanggul Sungai Wampu Langkat, Pemprov Sumut juga menjamin penyaluran bantuan logistik akan terus dilakukan secara berkesinambungan. Bantuan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat yang masih terdampak banjir di wilayah Langkat. Langkah cepat ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan mempercepat pemulihan kondisi pasca-bencana.
Komitmen Pemprov Sumut dalam Penanganan Banjir Langkat
Gubernur Bobby Afif Nasution secara tegas menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk segera memperbaiki tanggul Sungai Wampu yang jebol di Desa Air Hitam. “Saya pastikan Pemerintah Provinsi Sumut segera memperbaiki tanggul yang jebol di desa ini agar banjir tidak terulang kembali,” katanya setelah meninjau korban banjir. Perbaikan ini menjadi prioritas utama untuk mencegah terulangnya bencana yang telah merugikan banyak warga.
Di hadapan masyarakat Desa Air Hitam, Bobby Nasution menegaskan percepatan perbaikan infrastruktur vital tersebut. Ia juga memastikan bahwa bantuan logistik dari Pemprov Sumut akan terus disalurkan kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Hal ini mencakup kebutuhan dasar selama masa pengungsian dan pemulihan pasca-banjir.
Langkah cepat dalam perbaikan tanggul Sungai Wampu Langkat diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga. Selain itu, penyaluran bantuan yang berkelanjutan menunjukkan empati pemerintah terhadap penderitaan masyarakat. Fokus utama adalah memulihkan kondisi normal bagi warga secepat mungkin.
Kondisi Terkini dan Dampak Banjir di Kecamatan Gebang
Camat Gebang, Sofyan Tarigan, melaporkan bahwa hingga saat ini, beberapa wilayah di Kecamatan Gebang masih terendam banjir. Bencana ini telah melanda enam desa/kelurahan sejak Rabu, 26 November malam, termasuk Pekan Gebang, Puluh Manis, Sangga Lima, Dorang, Air Hitam, dan Paya Bengkuang. Data ini menunjukkan skala dampak banjir yang cukup luas di Langkat.
Meskipun sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya air, Desa Air Hitam dan Paya Bengkuang masih mengalami genangan. Sebanyak 170 warga dari kedua desa tersebut masih bertahan di enam lokasi pengungsian. Lokasi pengungsian mencakup Kantor Hutama Karya, Keripik Cinta, Masjid Pasiran, Masjid Paya Bengkuang, Masjid Air Hitam, dan beberapa rumah warga.
Banjir yang terjadi sempat mencapai ketinggian hingga 1,5 meter, menyebabkan kerusakan signifikan pada properti warga. Meskipun demikian, Sofyan Tarigan mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Ini adalah kabar baik di tengah musibah yang melanda, menunjukkan upaya mitigasi dan evakuasi yang efektif.
Penanganan Kesehatan dan Kesejahteraan Pengungsi
Pemerintah Kabupaten Langkat telah mengambil langkah proaktif dalam memastikan kesehatan para pengungsi tetap terjaga. Tenaga medis telah disiagakan di seluruh tempat pengungsian untuk memberikan layanan kesehatan. Ketersediaan tenaga medis ini sangat krusial mengingat kondisi rentan para pengungsi.
Petugas kesehatan bekerja 24 jam penuh untuk memantau kondisi warga yang mengungsi dan memberikan perawatan yang diperlukan. Komitmen ini bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit akibat sanitasi yang buruk atau kondisi lingkungan yang tidak ideal. Seluruh pengungsi dipastikan mendapat perhatian penuh dari pemerintah kabupaten.
Layanan kesehatan yang optimal menjadi bagian integral dari upaya penanganan pasca-bencana. Selain itu, ketersediaan logistik dan tempat tinggal sementara yang layak juga terus diupayakan. Fokus pemerintah adalah memastikan kesejahteraan dan keamanan warga selama masa pemulihan pasca perbaikan tanggul Sungai Wampu Langkat.
Sumber: AntaraNews