Gubernur Sumut Instruksikan Percepatan Perbaikan Tanggul Jebol di Langkat, Warga Berharap Banjir Segera Surut
Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta Dinas PUPR segera mempercepat perbaikan tanggul jebol di Langkat. Warga terdampak banjir berharap penanganan cepat agar aktivitas kembali normal.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumut untuk segera mempercepat perbaikan tanggul yang jebol. Instruksi ini diberikan menyusul kondisi banjir parah yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Peninjauan langsung dilakukan Bobby Nasution di Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, pada Sabtu lalu. Wilayah ini menjadi salah satu area yang terdampak paling parah akibat jebolnya tanggul sungai yang mengakibatkan genangan air tinggi.
Percepatan penanganan perbaikan tanggul jebol Langkat ini bertujuan agar genangan air dapat segera surut dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali normal. Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen untuk bergerak cepat dalam menangani bencana banjir ini.
Instruksi Gubernur dan Respon Dinas PUPR Sumut
Gubernur Bobby Nasution secara tegas meminta penanganan cepat terhadap tanggul yang jebol. "Segera lakukan penanganan agar air bisa surut, dan aktivitas masyarakat kembali normal," tegas Bobby setelah melihat kondisi banjir di Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.
Menanggapi instruksi tersebut, Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut, Hendra Dermawan Siregar, menyatakan pihaknya telah menerima arahan langsung dari Gubernur. "Kami memang sudah diperintahkan pak Gubernur segera menangani masalah ini, dan itu segera kami lakukan,” kata Hendra.
Sebagai langkah awal, Dinas PUPR akan melakukan pendataan dan pemetaan seluruh titik tanggul yang jebol, termasuk menggunakan drone untuk mendapatkan visual kondisi sebenarnya di kawasan Tanjung Pura. "Kami juga melakukan visualisasi udara untuk memastikan kondisi sesungguhnya. Dalam beberapa hari ini titik-titik kerusakan akan teridentifikasi, setelah itu langsung kami tangani,” jelasnya.
Hendra menegaskan bahwa penanganan perbaikan tanggul jebol Langkat di Desa Pekubuan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. "Ini tanggung jawab kami. Perbaikan tidak boleh dilakukan sekadarnya, tetapi harus maksimal agar kejadian serupa tidak berulang," tutur Hendra, menekankan pentingnya perbaikan yang menyeluruh.
Dampak Banjir dan Harapan Warga Terdampak
Banjir yang melanda Langkat akibat jebolnya tanggul telah berlangsung selama lebih dari satu minggu, menyebabkan penderitaan bagi warga setempat. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa di beberapa titik seperti Jalan Pemuda, Jalan Sudirman, dan kawasan Pekan Tanjung Pura.
Akbar, seorang warga Desa Kubuan, Tanjung Pura, mengungkapkan dampak parah yang mereka alami. "Sudah seminggu lebih kondisi seperti ini. Air masih tinggi, warga mengungsi, listrik padam, jaringan telepon juga tidak stabil,” paparnya, menggambarkan situasi yang sulit.
Warga sempat berupaya secara swadaya untuk menutup tanggul yang jebol dengan karung berisi pasir, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang permanen. "Tidak tahan juga, jebol lagi," keluh Akbar, menyoroti skala kerusakan yang besar.
Masyarakat sangat berharap agar perbaikan tanggul jebol Langkat dapat segera direalisasikan. "Kalau tanggul diperbaiki, air pasti surut,” ucap Akbar, menyampaikan harapan besar warga agar kehidupan mereka dapat kembali normal setelah penanganan tanggul selesai.
Sumber: AntaraNews