Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menunjukkan komitmen kuat dalam percepatan realisasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana. Upaya ini ditujukan khusus untuk korban banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumut. Percepatan ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan optimal.
Langkah-langkah konkret telah diambil, mulai dari pendataan menyeluruh hingga proses verifikasi kondisi rumah. Data yang terkumpul mencakup rumah rusak ringan, sedang, berat, bahkan yang hilang akibat bencana. Seluruh proses ini diharapkan dapat memberikan solusi permanen bagi ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Dengan target ambisius, Gubernur Bobby Nasution berupaya agar tahap verifikasi pendataan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2025. Hal ini krusial agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati hunian tetap yang layak dan aman. Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci utama dalam mewujudkan Pembangunan Huntap Sumut ini.
Advertisement
Advertisement
Langkah Strategis Percepatan Pembangunan Huntap
Gubernur Sumut Bobby Nasution menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil beberapa langkah strategis untuk mempercepat Pembangunan Huntap Sumut. Salah satunya adalah pendataan komprehensif dan verifikasi kondisi rumah yang terdampak banjir dan longsor. Proses ini sangat detail, mencakup identifikasi rumah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, berat, hingga yang benar-benar hilang.
Bobby Nasution mengungkapkan bahwa total unit rumah masyarakat yang rusak mencapai 30.875 unit. Data ini telah dikumpulkan secara rinci, lengkap dengan nama dan alamat pemilik, atau yang dikenal sebagai 'by name by address'. Akurasi data ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan proses pembangunan huntap berjalan efisien.
Target penyelesaian verifikasi pendataan ditetapkan pada akhir tahun 2025. “Sekarang masuk tahap verifikasi. Akhir 2025, kami harapkan verifikasi selesai,” ujar Bobby Nasution setelah rapat pembahasan pembangunan huntap pascabencana Sumatera secara daring di Medan, Kamis (25/12). Dengan selesainya verifikasi, diharapkan masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati hunian tetap mereka.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penyediaan Lahan
Selain pendataan, percepatan penyediaan lahan juga menjadi fokus utama dalam Pembangunan Huntap Sumut. Salah satu contoh nyata adalah penyediaan lahan untuk 227 unit huntap di Kebun Karet Hapesong, milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, yang berlokasi di Desa Hapesong Baru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. Lokasi ini dipilih strategis untuk menampung korban bencana di wilayah tersebut.
Pembangunan huntap ini merupakan hasil kolaborasi erat antara berbagai pihak. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi, menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, organisasi kemanusiaan, dan BUMN. Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan dan penyediaan fasilitas yang memadai.
Gubernur Bobby Nasution menambahkan bahwa pemerintah daerah, mulai dari pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota di Sumut, turut berperan aktif. “Sementara pemerintah daerah mulai pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota di Sumut menyiapkan lahannya,” kata Bobby. Keterlibatan semua tingkatan pemerintahan daerah ini memastikan ketersediaan lahan yang diperlukan untuk proyek Pembangunan Huntap Sumut.
Advertisement
Advertisement
Dukungan dan Pengawalan dari Kementerian PUPR
Langkah-langkah percepatan Pembangunan Huntap Sumut yang dilakukan Gubernur Bobby Nasution mendapat apresiasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maruarar Sirait secara khusus memuji koordinasi yang baik dari Gubernur Sumut. Apresiasi ini menjadi motivasi tambahan bagi pemerintah daerah untuk terus mengawal proyek ini.
Maruarar Sirait juga menekankan pentingnya pengawalan pembangunan hunian tetap hingga tuntas. “Saya senang sekali, karena Gubernur bisa mengoordinasikan dengan baik. Tolong dikawal ya, Pak Gubernur. Itu contoh di Tapanuli Utara, saya sudah kunci (selesai 21 Maret 2026, Red),” kata Menteri yang akrab disapa Ara ini. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Kementerian PUPR untuk mendukung penuh proyek Pembangunan Huntap Sumut.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, didampingi Wakil Gubernur Sumut Surya, telah melakukan peletakan batu pertama. Kegiatan ini menandai dimulainya pembangunan huntap bagi pengungsi korban banjir di tiga kabupaten/kota: Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga, bertempat di Lahan Asrama Haji Pinangsori, Tapanuli Tengah, pada Minggu (21/12). Kementerian PUPR berencana membangun 200 huntap di Sibolga (area GOR), 118 huntap di Tapanuli Tengah (Asrama Haji Pinangsori), 103 huntap di Tapanuli Utara (Desa Sibalanga), dan 227 huntap di Tapanuli Selatan (Kebun Karet Hapesong milik PTPN IV). “Jadi saya kunci, semua kolaborasi, tanahnya pemda, provinsi turun tangan langsung bagus, bupati juga bagus mengawasi,” ujar Ara pula. Ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah dalam mewujudkan hunian layak bagi korban bencana.
Advertisement
Sumber: AntaraNews