Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kembali dilanda bencana banjir pada Jumat (3/4) setelah tanggul Sungai Tuntang jebol di tiga titik yang berbeda, menyebabkan dua desa terdampak signifikan. Kejadian ini memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk segera melakukan evakuasi warga serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna penanganan lebih lanjut.
Dua desa yang paling merasakan dampak langsung dari jebolnya tanggul tersebut adalah Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo, keduanya berlokasi di wilayah Kecamatan Guntur. Debit air Sungai Tuntang yang terus meningkat secara drastis menjadi pemicu utama meluasnya genangan air di berbagai permukiman warga di wilayah tersebut.
Sebelum insiden jebolnya tanggul terjadi, BPBD Demak bersama para relawan dan warga sekitar sudah berupaya maksimal melakukan langkah antisipasi. Mereka melakukan peninggian tanggul menggunakan karung plastik yang diisi bahan galian, namun upaya tersebut tidak mampu menahan derasnya aliran air yang terus bertambah.
Advertisement
Advertisement
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, secara rinci menjelaskan lokasi tanggul yang jebol, yakni dua titik di Desa Trimulyo dan satu titik di Desa Sidoharjo. Peristiwa jebolnya tanggul di Desa Trimulyo terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, diikuti oleh jebolan di Desa Sidoharjo pada pukul 12.00 WIB di hari yang sama.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi aliran Sungai Tuntang sebelumnya telah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi. Imbauan ini dikeluarkan menyusul adanya laporan peningkatan debit air sungai secara signifikan sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi bahaya banjir yang lebih besar.
Akibat peristiwa jebolnya tanggul ini, ratusan warga dari desa-desa terdampak segera dievakuasi ke balai desa setempat yang dinilai lebih aman dan jauh dari genangan air. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan terorganisir untuk memastikan keselamatan seluruh penduduk yang terdampak.
Advertisement
BPBD Demak juga menerjunkan empat tim khusus ke lapangan untuk membantu proses evakuasi warga desa yang terdampak banjir. Tim-tim ini bertugas memastikan semua warga mendapatkan bantuan yang diperlukan, termasuk logistik dasar, dan berada di tempat pengungsian yang layak.
Advertisement
Menanggapi situasi darurat banjir ini, BPBD Demak telah melakukan koordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Koordinasi ini sangat penting mengingat tanggul Sungai Tuntang berada di bawah kewenangan BBWS, sehingga penanganan jangka panjang memerlukan kolaborasi erat antara kedua belah pihak.
Langkah-langkah penanganan darurat terus diimplementasikan di lapangan, termasuk pemantauan kondisi tanggul yang tersisa dan debit air secara berkala. Fokus utama saat ini adalah mitigasi dampak banjir lebih lanjut serta memastikan seluruh kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.
Peningkatan kewaspadaan juga terus diserukan kepada seluruh masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai. Hal ini untuk mengantisipasi potensi perluasan area terdampak banjir jika debit air terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu ke depan.
Advertisement
Advertisement
Jebolnya tanggul Sungai Tuntang kali ini bukanlah kejadian pertama yang menimpa wilayah Kabupaten Demak dalam kurun waktu dekat. Sebelumnya, pada tanggal 16 Februari 2026, tanggul yang sama juga mengalami jebol di area Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak.
Insiden jebolnya tanggul pada Februari 2026 lalu menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur vital, yaitu Jalan Kebonagung-Gubug. Jalan ini merupakan akses penting yang menghubungkan wilayah Grobogan menuju Semarang, dan akibat kerusakan tersebut, jalur tersebut terputus serta tidak dapat dilalui oleh kendaraan.
Rangkaian kejadian jebolnya tanggul ini secara tegas menyoroti urgensi evaluasi menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur pengendali banjir di Demak. Perbaikan, penguatan, dan pemeliharaan tanggul secara berkelanjutan menjadi prioritas utama untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang dan melindungi masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews