Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, pada Sabtu (20/6), menyoroti serius bahaya narkotika dan judi online yang mengancam generasi muda. Peringatan ini disampaikannya saat menghadiri Pentas Seni SMP dan SMA Yayasan Perguruan Al-Hikmah di Medan. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam melindungi anak-anak dari ancaman digital.
Zakiyuddin secara khusus mengingatkan para orang tua untuk lebih ketat dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak mereka. Pengawasan ini krusial untuk mencegah paparan serta penyalahgunaan narkotika yang kini banyak menyasar remaja melalui platform digital. Langkah preventif ini diharapkan mampu membentengi anak-anak dari pengaruh negatif internet.
Selain narkotika, Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelajar, untuk menolak praktik judi daring. Menurutnya, kedua permasalahan ini sama-sama merusak masa depan bangsa dan harus diberantas tuntas. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap ancaman digital.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Pengawasan Orang Tua di Era Digital
Zakiyuddin Harahap menegaskan bahwa pengawasan ketat dari orang tua adalah kunci utama dalam melindungi anak-anak. Ia mengimbau agar orang tua secara rutin memeriksa gawai yang digunakan oleh anak-anak mereka. Tindakan ini merupakan upaya preventif yang sangat penting di tengah masifnya informasi digital.
Menurutnya, pengawasan aktivitas digital anak merupakan salah satu cara efektif mencegah peredaran narkotika. Para pengedar semakin aktif membidik kalangan remaja dan pelajar melalui berbagai platform online. Oleh karena itu, peran aktif orang tua sangat dibutuhkan dalam mengidentifikasi potensi bahaya.
"Pengawasan ketat menjadi sesuatu yang penting yang harus dilakukan orang tua. Jadi periksa gawai anak-anak kita," ujar Zakiyuddin. Ia menambahkan bahwa bahaya narkoba melalui internet harus diwaspadai secara serius.
Advertisement
Advertisement
Modus Operandi Pengedar Narkoba Melalui Ruang Digital
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara melaporkan bahwa pelaku peredaran narkotika kini memanfaatkan internet untuk mencari korban baru. Mereka kerap membidik calon korban melalui aktivitas online, termasuk saat anak-anak bermain gim daring. Modus ini menunjukkan adaptasi pengedar terhadap perkembangan teknologi.
Penyidik Madya BNNP Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi M. Fadris Sangun Ratu Lana, menjelaskan lebih lanjut mengenai modus operandi ini. Pelaku peredaran narkotika memanfaatkan berbagai platform digital, termasuk fitur komunikasi dalam gim daring. Fitur ini digunakan untuk mendekati masyarakat, khususnya generasi muda, dan mengajak mereka menggunakan narkotika.
Fadris menekankan bahwa peran orang tua menjadi sangat vital dalam mengawasi aktivitas anak di ruang digital. Pengawasan ini bertujuan agar anak tidak terpapar berbagai bentuk kejahatan siber maupun penyalahgunaan narkotika. Kesadaran orang tua akan ancaman ini sangat diperlukan.
Advertisement
Advertisement
Ancaman Judi Online dan Upaya Pencegahan Pemerintah
Selain narkotika, Zakiyuddin juga menyoroti bahaya judi daring yang dinilainya sama merusaknya bagi masa depan generasi muda. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menolak praktik ilegal ini. Judi daring dan narkotika dianggap sebagai dua persoalan serius yang harus diberantas.
"Saya ingatkan kepada anak-anakku, jangan ada yang menyentuh narkoba dan judi online," tegas Zakiyuddin. Kedua ancaman ini dapat menghancurkan generasi bangsa jika tidak ditangani dengan serius. Peringatan ini merupakan upaya untuk membangun benteng pertahanan moral bagi kaum muda.
Pemerintah Kota Medan tidak tinggal diam dalam menghadapi permasalahan ini. Mereka gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah sebagai upaya pencegahan. Selain edukasi, pemerintah juga memperkuat upaya pencegahan melalui patroli gabungan di lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkotika.
Advertisement
Sumber: AntaraNews