Wapres Gibran Tinjau Tanah Gerak di Jangli Semarang, Prioritaskan Keselamatan Warga Terdampak

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi tanah gerak di Jangli Semarang, menekankan keselamatan warga dan koordinasi relokasi untuk para korban bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wapres Gibran Tinjau Tanah Gerak di Jangli Semarang, Prioritaskan Keselamatan Warga Terdampak
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi tanah gerak di Jangli Semarang, menekankan keselamatan warga dan koordinasi relokasi untuk para korban bencana. (AntaraNews)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Sabtu (14/2) melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana tanah gerak di Kampung Sekip RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat kondisi riil dan berdialog dengan para korban yang terdampak langsung oleh pergerakan tanah. Ia didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kunjungannya ke lokasi kejadian.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran berinteraksi dengan sejumlah warga setempat untuk mendengarkan langsung keluhan serta kebutuhan mereka pasca bencana. Dialog ini menjadi langkah penting untuk memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan mengidentifikasi penanganan yang paling efektif. Fokus utama kunjungan adalah memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga terdampak.

Gibran menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama dalam penanganan bencana tanah gerak ini. Ia meminta agar warga tidak kembali ke rumah lama mereka yang berisiko, mengingat potensi perluasan area tanah gerak yang belum dapat diprediksi secara pasti. Situasi serupa juga pernah ditemuinya di Tegal sebelumnya.

Wapres Gibran Rakabuming Raka dengan tegas menyampaikan bahwa keselamatan jiwa warga harus menjadi perhatian nomor satu di tengah ancaman tanah gerak. Ia mengingatkan akan bahaya yang mengintai, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan di wilayah terdampak. Situasi di Jangli Semarang ini dinilai cukup parah, mirip dengan kondisi yang pernah ia lihat di Tegal.

Mengingat kondisi tanah yang tidak stabil, Gibran mengimbau warga terdampak untuk tidak kembali ke rumah mereka yang lama. Ketidakpastian mengenai sejauh mana pergerakan tanah akan meluas menjadi alasan kuat untuk tetap berada di lokasi pengungsian. Langkah ini diambil demi mencegah jatuhnya korban jiwa atau luka akibat insiden susulan.

Pemerintah berupaya keras untuk mengondisikan warga agar bersedia mengungsi ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi dan penempatan di pengungsian menjadi bagian integral dari upaya perlindungan masyarakat. Koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan semua warga terdampak mendapatkan tempat yang layak dan aman.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang sedang mengoordinasikan tempat relokasi bagi warga yang rumahnya terdampak tanah gerak di Jangli Semarang. Proses ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemkot Semarang, camat, dan lurah, untuk mencari solusi terbaik bagi para pengungsi. Relokasi menjadi langkah krusial untuk memberikan hunian yang lebih permanen dan aman.

Luthfi menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara pemerintah provinsi dan kota dalam penanganan bencana ini. Ia juga memastikan bahwa semua kebutuhan pokok warga terdampak akan terpenuhi selama masa pengungsian. Pesan tegas disampaikan agar warga tidak tinggal di rumah yang berada di area tanah bergerak demi keselamatan mereka.

Seluruh biaya relokasi bagi warga terdampak akan ditanggung bersama oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang. Selain itu, bantuan juga akan disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendukung proses pembangunan atau penyediaan hunian baru. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat yang terkena musibah.

Lurah Jangli, Maria Tresia Takandare, melaporkan bahwa saat ini terdapat sekitar 66 jiwa yang mengungsi akibat bencana tanah gerak. Mereka ditempatkan di enam tenda pengungsian yang telah disiapkan. Lokasi pengungsian ini berjarak sekitar 100-200 meter dari area terdampak, memastikan keamanan para pengungsi dari risiko pergerakan tanah.

Seluruh kebutuhan logistik dasar, termasuk makanan, minuman, serta fasilitas kamar mandi, telah disiapkan dengan baik di lokasi pengungsian. Hal ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan kelayakan hidup para pengungsi selama berada di tenda-tenda sementara. Pemerintah daerah berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Maria Tresia Takandare juga mengungkapkan bahwa saat ini sedang diupayakan pencarian tempat relokasi sementara. Pihaknya berencana meminjam tanah dari warga yang bersedia untuk dijadikan lokasi relokasi sementara selama kurang lebih dua bulan. Sambil menunggu, pemerintah akan terus mencari dan menyiapkan tempat hunian tetap yang aman dan layak bagi seluruh warga terdampak bencana tanah gerak ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi