Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, baru-baru ini menegaskan urgensi pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam sistem pendidikan nasional. Penegasan ini disampaikan saat kunjungan kerjanya ke Kota Dumai, Provinsi Riau, pada Jumat (5/6) lalu.
Dalam kunjungannya ke sekolah milik Yayasan Prajna Mitra Maitreya, Wamendikdasmen Fajar menyoroti pentingnya nilai-nilai seperti saling menghormati dan menghindari caci maki. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat sejalan dengan agenda penguatan karakter yang kini tengah gencar didorong oleh pemerintah.
Ia menekankan bahwa prestasi akademik memang penting, namun karakter memiliki bobot yang tidak kalah krusial dalam membentuk individu. Sekolah yang mampu mendidik manusia berakhlak mulia berarti memberikan penekanan pada keunggulan akhlak dan kedalaman spiritual siswa.
Advertisement
Advertisement
Fondasi Pendidikan Karakter di Era Modern
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menggarisbawahi bahwa di tengah perkembangan zaman, terutama dengan kemajuan kecerdasan buatan, keberhasilan seseorang tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kecerdasan akademik. Faktor-faktor non-akademik justru memegang peranan yang lebih besar dalam kesuksesan.
Keuletan, kedisiplinan, kepribadian yang baik, dan kemandirian disebut sebagai elemen krusial yang membentuk individu tangguh. Aspek-aspek ini menjadi inti dari penguatan pendidikan karakter yang diusung pemerintah.
Pendidikan karakter diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan moral yang kuat. Hal ini penting untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Advertisement
Advertisement
Multilingualisme dan Toleransi dalam Pembelajaran
Dalam kesempatan yang sama, Wamendikdasmen Fajar turut memberikan apresiasi terhadap pendekatan multilingual yang diterapkan di sekolah tersebut. Penggunaan tiga bahasa pengantar, yaitu Bahasa Indonesia, Mandarin, dan Inggris, dinilai sangat positif.
Pendekatan multilingual sejak usia dini tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, tetapi juga secara signifikan memperkuat toleransi. Selain itu, kecerdasan sosial-emosional siswa juga turut terasah dengan baik.
Fajar Riza Ul Haq menambahkan bahwa sistem pendidikan di berbagai negara yang menerapkan multilingualisme umumnya memiliki semangat toleransi yang tinggi. Ini merupakan aspek vital agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang menghargai keberagaman.
Advertisement
Pemerintah Prabowo, melalui Kemendikdasmen, bahkan telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Peraturan ini mendorong penggunaan tiga bahasa di sekolah, meliputi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Advertisement
Guru sebagai Arsitek Pembelajaran yang Inovatif
Wamendikdasmen Fajar juga menekankan peran strategis guru dalam proses pendidikan, terutama saat memberikan motivasi pada acara pelepasan siswa kelas X SMP Maitreyawira. Ia menyatakan bahwa guru bukan sekadar operator yang menjalankan tugas administratif pembelajaran.
Sebaliknya, guru harus menjadi arsitek utama yang merancang pengalaman belajar siswa. Peran ini menuntut guru untuk menghadirkan kreasi, inovasi, dan kontekstualisasi dalam setiap sesi pembelajaran.
Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat menjadi lebih bermakna dan relevan bagi para siswa. Konsep guru sebagai arsitek pembelajaran ini diharapkan mampu mendorong transformasi pendidikan ke arah yang lebih progresif.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kualitas Pendidikan di Kota Dumai
Kunjungan Wamendikdasmen Fajar ke Dumai juga menyoroti tren positif dalam data pendidikan di kota tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Dumai, rata-rata lama sekolah (RLS) menunjukkan peningkatan.
Pada tahun 2022, RLS tercatat 10,15 tahun, dan angka ini meningkat menjadi 10,29 tahun pada tahun 2024. Peningkatan ini secara tidak langsung mengindikasikan bahwa capaian program wajib belajar 9 tahun telah berhasil terlampaui.
Kehadiran Wamendikdasmen Fajar disambut antusias oleh para kepala sekolah, guru, dan siswa-siswi Maitreyawira. Hal ini menunjukkan dukungan dan harapan besar terhadap program-program pemerintah dalam memajukan pendidikan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews