Tragis! Jasad Lansia Tenggelam di Sungai Limun Ditemukan Sejauh 20 KM Setelah Dua Hari Pencarian Intensif SAR Jambi
Tim SAR Jambi berhasil menemukan jasad lansia Ruminah (68) yang tenggelam di Sungai Limun, Sarolangun, setelah dua hari pencarian. Jenazah ditemukan 20 KM dari lokasi kejadian, menyisakan duka mendalam.
Tim SAR Gabungan Jambi berhasil menemukan jasad seorang lansia bernama Ruminah (68) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Limun, Kabupaten Sarolangun. Penemuan ini terjadi setelah operasi pencarian intensif selama dua hari yang melibatkan berbagai unsur. Insiden tragis ini menarik perhatian banyak pihak.
Korban, warga Desa Limun, dilaporkan hilang pada Rabu (9/10) sekitar pukul 08.50 WIB setelah terpeleset saat hendak berwudu di tepi sungai. Jasadnya ditemukan pada hari kedua pencarian, Jumat (10/10), sejauh 20 kilometer dari lokasi awal kejadian tenggelam di Sungai Limun.
Kepala Basarnas Jambi, Adah Suhada, mengonfirmasi penemuan tersebut dan menyatakan operasi SAR telah resmi ditutup. Proses evakuasi jenazah telah dilakukan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, mengakhiri pencarian yang melelahkan.
Kronologi Hilangnya Ruminah di Sungai Limun
Peristiwa nahas ini bermula ketika Ruminah (68) terpeleset saat hendak mengambil air wudu di tepi Sungai Limun pada Rabu pagi. Diduga, korban tidak mampu menyelamatkan diri setelah terjatuh ke dalam air, sehingga hanyut terbawa arus sungai yang cukup deras. Kondisi sungai yang berarus kuat menjadi salah satu faktor penyebab.
Laporan mengenai hilangnya lansia tersebut segera diterima oleh pihak berwenang. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari personel Pos SAR Bungo, BPBD Sarolangun, TNI, Polri, dan warga sekitar, langsung dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian. Mereka berkoordinasi untuk menemukan korban tenggelam di Sungai Limun.
Tim berangkat dari Pos SAR Bungo pada pukul 09.10 WIB dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 12.20 WIB. Perjalanan menuju lokasi menempuh jarak sekitar 164 kilometer dari pos tersebut, menunjukkan keseriusan dalam upaya pencarian. Pencarian lansia tenggelam ini menjadi prioritas utama.
Operasi Pencarian Intensif Tim SAR Gabungan
Pencarian hari pertama difokuskan pada penyisiran di sepanjang aliran Sungai Limun dari titik terakhir korban terlihat. Upaya ini melibatkan penggunaan perahu karet untuk menyusuri setiap sudut sungai. Tim bekerja tanpa henti untuk menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Pada hari kedua, pencarian dilanjutkan dengan metode yang sama, yaitu penyisiran intensif di sepanjang aliran Sungai Limun. Tim memperluas area pencarian hingga beberapa kilometer dari lokasi awal. Setiap potensi petunjuk diperiksa dengan cermat, berharap menemukan korban tenggelam.
Kerja keras tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Jasad korban ditemukan di Desa Muara Danau, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun, atau kurang lebih 20 kilometer dari lokasi awal kejadian. Penemuan ini mengonfirmasi bahwa korban lansia tersebut telah meninggal dunia.
Evakuasi dan Penutupan Operasi SAR
Setelah ditemukan, jenazah Ruminah segera dievakuasi dari lokasi penemuan. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk kemudian dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga telah menanti dengan harap-harap cemas selama dua hari terakhir.
Adah Suhada menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut. "Dengan ini operasi SAR gabungan kita tutup dan kembali ke satuan masing-masing," katanya.
Dengan ditemukannya korban lansia tenggelam ini, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh tim yang terlibat kembali ke pos masing-masing setelah menuntaskan tugas kemanusiaan ini. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya arus sungai yang deras.
Sumber: AntaraNews