Tim SAR Perluas Area Pencarian Wanita Terjun Sungai Jambi, Hadapi Arus Deras
Memasuki hari kedua, Tim SAR gabungan memperluas areal pencarian wanita yang diduga terjun ke Sungai Batanghari dari Jembatan Auduri 1, Jambi, dengan tantangan arus deras dalam operasi pencarian wanita terjun sungai Jambi.
Tim SAR gabungan di Jambi memperluas area pencarian seorang wanita bernama Shalsabila Andriany (24) yang diduga nekat terjun dari Jembatan Auduri 1 ke Sungai Batanghari. Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat siang (16/1) sekitar pukul 12.00 WIB, memicu respons cepat dari berbagai pihak berwenang.
Operasi pencarian memasuki hari kedua pada Sabtu (17/1), dengan fokus penyisiran diperluas hingga radius lima kilometer ke arah hilir sungai. Lokasi kejadian berada di Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanai Pura, Kota Jambi, menarik perhatian warga setempat yang turut memantau.
Pencarian ini melibatkan personel dari Kantor SAR Jambi, Polairud Polda Jambi, Polsek Telanai, Damkar Kota Jambi, serta dibantu masyarakat. Mereka menghadapi kondisi cuaca berawan serta tantangan arus sungai yang sangat deras dan debit air tinggi, menyulitkan upaya penyelamatan.
Perluasan Area dan Kolaborasi Tim Gabungan dalam Pencarian Wanita Terjun Sungai Jambi
Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR gabungan secara signifikan memperluas cakupan area pencarian Shalsabila Andriany. Penyisiran kini difokuskan hingga lima kilometer ke arah hilir Sungai Batanghari, menggunakan berbagai alat utama (alut) yang memadai untuk menjangkau area yang lebih luas.
Pencarian ini diorganisir menjadi tiga unit tim pencari (SRU) untuk mengoptimalkan upaya di lapangan secara terkoordinasi. SRU 1, terdiri dari Rescuer Kantor SAR Jambi, menyisir sisi kanan sungai, sementara SRU 2 dari Polairud dan Damkar menyisir sisi kiri.
SRU 3 bertugas melakukan pemantauan udara menggunakan drone di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP). Teknologi ini sangat membantu untuk mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban dari ketinggian, memberikan perspektif yang berbeda bagi tim di darat dan air.
Berbagai alut telah dikerahkan secara maksimal, termasuk satu unit Rubber Boat milik Kantor SAR Jambi, kapal Polair, kapal Damkar, dan empat perahu nelayan milik warga. Seluruh sumber daya ini bersatu padu menyisir aliran Sungai Batanghari dengan harapan besar menemukan korban secepatnya.
Kronologi Kejadian dan Kendala Berat di Medan Pencarian
Peristiwa ini bermula pada Jumat siang (16/1) sekitar pukul 12.00 WIB ketika korban terlihat berjalan kaki sendirian di area Jembatan Auduri 1. Menurut keterangan warga yang menyaksikan, Shalsabila Andriany kemudian nekat melompat ke Sungai Batanghari, meninggalkan sepasang sandal di lokasi kejadian.
Laporan resmi mengenai insiden ini diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Jambi pada pukul 12.40 WIB dari Ahmad Zullifli, yang segera ditindaklanjuti dengan pemberangkatan personel. Meskipun pencarian hari pertama hingga pukul 18.00 WIB belum membuahkan hasil, operasi dilanjutkan kembali pada Sabtu pagi pukul 07.00 WIB.
Tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala serius yang menghambat proses pencarian dan penyelamatan. Meskipun kondisi cuaca terpantau berawan, arus sungai yang sangat deras menjadi tantangan utama yang harus diatasi oleh para rescuer.
Debit air yang tinggi juga menyulitkan penyisiran di bawah permukaan air, memerlukan kehati-hatian ekstra dan strategi khusus dari para personel. Pihak keluarga dan warga sekitar masih setia menunggu di lokasi, berharap Shalsabila Andriany dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Operasi SAR akan terus dioptimalkan hingga batas waktu yang ditentukan, dengan prioritas utama menjaga keselamatan seluruh personel yang bertugas di tengah kondisi sulit ini.
Sumber: AntaraNews