Tim SAR Temukan Korban Terakhir Tabrakan Kapal di Kotabaru, Operasi Pencarian Tuntas
Operasi pencarian korban tabrakan kapal di perairan Kotabaru akhirnya tuntas setelah tim SAR gabungan menemukan korban terakhir, Gilang (23), mengakhiri pencarian Korban Tabrakan Kapal Kotabaru yang berlangsung tiga hari.
Tim SAR gabungan berhasil menuntaskan operasi pencarian korban tabrakan kapal di perairan Kotabaru, Kalimantan Selatan. Korban terakhir, Gilang (23), ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari pencarian intensif. Insiden ini melibatkan kapal nelayan dengan kapal penumpang pada 17 Juni 2026.
Penemuan Gilang pada Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar pukul 17.08 Wita, menandai berakhirnya seluruh upaya evakuasi. Ia ditemukan terdampar di pesisir pantai Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, dalam kondisi meninggal dunia. Seluruh tujuh korban kecelakaan pelayaran kini telah berhasil ditemukan.
Sebelumnya, enam korban lainnya telah ditemukan lebih dahulu, dengan lima di antaranya selamat dan satu meninggal dunia. Gilang menjadi satu-satunya korban yang sempat dinyatakan hilang, memicu kelanjutan operasi SAR hingga ia berhasil ditemukan pada hari ketiga operasi SAR gabungan.
Penemuan Korban Terakhir dan Akhir Operasi SAR
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), mengonfirmasi penemuan Gilang. Korban berusia 23 tahun tersebut adalah warga Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Sigam. Penemuan ini membawa lega bagi tim SAR dan keluarga korban.
Dengan ditemukannya Gilang, seluruh tujuh korban dalam insiden tabrakan kapal yang terjadi pada 17 Juni 2026 di perairan Kotabaru telah berhasil dievakuasi. Lima korban ditemukan dalam kondisi selamat, sementara dua lainnya, termasuk Gilang, ditemukan meninggal dunia.
Jenazah Gilang segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra untuk penanganan medis lebih lanjut. Pihak keluarga telah dihubungi untuk proses identifikasi dan pemakaman. Kantor SAR Banjarmasin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban yang berduka.
Dedikasi Tim Gabungan dalam Pencarian Korban Tabrakan Kapal Kotabaru
Operasi pencarian korban tabrakan kapal di Kotabaru melibatkan berbagai unsur SAR gabungan yang bekerja tanpa henti selama tiga hari. Tim ini terdiri dari Rescue Pos SAR Kotabaru, Lanal Kotabaru, Polair Kotabaru, Polsek Sebuku, BPBD Kotabaru, serta dukungan penuh dari masyarakat dan nelayan setempat.
Penyisiran dilakukan secara ekstensif melalui jalur laut dan pesisir pantai, berfokus pada area hilangnya korban. Berbagai sarana pendukung dikerahkan, termasuk Rigid Inflatable Boat (RIB), kendaraan operasional, peralatan komunikasi, serta perlengkapan penyelamatan di air dan selam. Penggunaan perangkat Starlink juga mendukung kelancaran komunikasi di lapangan.
I Putu Sudayana menyoroti tantangan cuaca yang berubah-ubah selama operasi berlangsung. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat dan upaya seluruh personel SAR gabungan untuk terus mencari hingga korban terakhir berhasil ditemukan. Dedikasi ini menunjukkan komitmen tinggi dalam setiap misi kemanusiaan.
Imbauan Keselamatan Pelayaran untuk Mencegah Kecelakaan Serupa
Menyusul tuntasnya operasi pencarian, I Putu Sudayana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat. Kerja sama yang solid antara instansi terkait, masyarakat, dan nelayan menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Sinergi tersebut patut dicontoh dalam penanganan bencana serupa di masa mendatang.
Selain itu, Kepala Kantor SAR Banjarmasin juga menekankan pentingnya keselamatan pelayaran. Ia mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut agar selalu mengutamakan aspek keselamatan. Hal ini mencakup kehati-hatian terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pengguna transportasi laut juga diminta untuk memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar. Langkah-langkah preventif ini sangat krusial guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di kemudian hari. Kesadaran akan keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
Sumber: AntaraNews