30 WBP Lapas Banjarmasin Raih Sertifikasi Keterampilan Sasirangan, Siap Berdaya di Ekonomi Kreatif
Lapas Banjarmasin sukses menyelenggarakan Sertifikasi Keterampilan Sasirangan bagi 30 warga binaan, membekali mereka dengan keahlian berharga untuk berdaya di sektor ekonomi kreatif setelah bebas.
Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, baru-baru ini memberikan sertifikasi keterampilan bordir sasirangan kepada 30 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Program ini dilaksanakan melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Pelindo Sub Regional Kalimantan. Tujuannya adalah meningkatkan kompetensi kerja WBP dan membuka peluang usaha di sektor ekonomi kreatif setelah mereka bebas.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan pengakuan resmi atas kemampuan yang telah diperoleh peserta. Inisiatif ini juga bagian dari program TJSL Pelita Warna PT Pelindo Sub Regional Kalimantan. Fokusnya adalah pengembangan keterampilan produktif warga binaan melalui kerajinan khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai budaya dan ekonomi.
Kolaborasi dengan dunia usaha seperti PT Pelindo menjadi faktor krusial dalam mendukung pembinaan kemandirian warga binaan. Dengan demikian, mereka diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan atau mengembangkan usaha setelah kembali ke masyarakat. Sertifikasi ini menjadi bekal penting bagi reintegrasi sosial yang sukses.
Peluang Ekonomi Kreatif Lewat Sasirangan
Keterampilan bordir sasirangan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan di Kalimantan Selatan. Ini merupakan bagian integral dari industri kerajinan dan fesyen daerah yang terus berkembang pesat. Sasirangan telah lama dikenal sebagai produk unggulan dengan pasar tersendiri yang kuat.
Akhmad Herriansyah menekankan bahwa sertifikat ini bukan hanya tanda selesainya pelatihan. Lebih dari itu, sertifikat ini adalah pengakuan atas kemampuan yang telah dimiliki oleh para warga binaan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi produktif.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menambahkan bahwa sertifikat ini membuktikan penguasaan keterampilan dasar. Peserta telah mengikuti seluruh tahapan pelatihan bordir sasirangan dengan baik. Diharapkan kemampuan ini akan terus dikembangkan untuk manfaat nyata di masa depan.
Dukungan Kolaborasi untuk Kemandirian WBP
Program pelatihan ini merupakan wujud nyata dari sinergi antara Lapas Banjarmasin dan sektor swasta. PT Pelindo Sub Regional Kalimantan melalui program TJSL Pelita Warna menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Dukungan ini krusial untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap.
Kolaborasi semacam ini sangat penting dalam mendukung pembinaan kemandirian warga binaan. Dengan adanya keterampilan yang relevan, mereka dapat lebih mudah beradaptasi di dunia kerja setelah bebas. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi tingkat residivisme.
Salah satu peserta, berinisial WW, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini. Ia merasa mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru yang berharga. Keterampilan ini akan menjadi bekal utama untuk bekerja atau berwirausaha setelah kembali ke masyarakat.
Reintegrasi Sosial dan Pengembangan SDM
Lapas Banjarmasin secara konsisten mengembangkan program pembinaan berbasis keterampilan kerja. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung reintegrasi sosial warga binaan secara efektif. Fokusnya adalah menciptakan individu yang produktif dan mandiri.
Program-program seperti sertifikasi sasirangan ini sangat vital dalam mempersiapkan warga binaan. Mereka akan lebih siap memasuki dunia kerja dan sektor ekonomi kreatif yang kompetitif. Hal ini juga membantu mengurangi stigma negatif terhadap mantan narapidana.
Dengan bekal keterampilan dan sertifikat, warga binaan memiliki nilai tambah yang signifikan. Mereka tidak hanya memiliki keahlian, tetapi juga pengakuan resmi atas kompetensinya. Ini adalah langkah progresif menuju kehidupan yang lebih baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews