Pemerintah Barito Utara Komitmen Tingkatkan SDM Warga Binaan Lapas Muara Teweh
Pemerintah Kabupaten Barito Utara menunjukkan komitmen kuat dalam Peningkatan SDM Warga Binaan Lapas Muara Teweh melalui program pelatihan keterampilan, mempersiapkan mereka kembali mandiri di masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam mendukung reintegrasi sosial serta mendorong peningkatan produktivitas warga binaan setelah masa pidana mereka berakhir. Program pelatihan keterampilan yang diselenggarakan bertujuan membekali warga binaan dengan keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disnakertranskop UKM) Barito Utara, Mastur, menyatakan bahwa kegiatan ini memastikan setiap pelatihan berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pihak lapas, dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Lapas Mandiri. Sinergi ini krusial untuk mencapai target menciptakan warga binaan yang percaya diri dan memiliki keterampilan memadai saat kembali ke masyarakat.
Mastur menambahkan, program pelatihan kerja ini diharapkan menjadi jembatan penting bagi reintegrasi sosial warga binaan. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Barito Utara secara berkelanjutan. Pemerintah daerah melihat potensi besar pada warga binaan untuk menjadi tenaga kerja produktif dan mandiri, bukan hanya mengisi waktu selama pembinaan.
Sinergi Lintas Sektor Dorong Pelatihan Efektif Peningkatan SDM Warga Binaan
Pelaksanaan program Peningkatan SDM Warga Binaan Lapas Muara Teweh membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat antara berbagai pihak terkait. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Teweh, dan LPK Bina Lapas Mandiri menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Keterlibatan aktif dari Disnakertranskop UKM Barito Utara dalam memantau dan mengevaluasi jalannya pelatihan memastikan kualitas dan relevansi materi yang diberikan kepada warga binaan.
Tujuan utama dari sinergi ini adalah untuk memastikan bahwa setiap warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri. Kepercayaan diri ini sangat penting agar mereka siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan berkontribusi positif bagi perekonomian daerah setelah bebas. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi jangka panjang.
Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan program pelatihan ini, melihatnya sebagai investasi dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Harapannya, warga binaan yang telah mendapatkan bekal keterampilan dapat menjadi agen perubahan positif di lingkungan mereka. Mereka diharapkan mampu menciptakan peluang kerja baru atau menjadi wirausaha mandiri, mengurangi potensi pengulangan tindak pidana.
Ragam Keterampilan Unggulan Bekali Warga Binaan Lapas Muara Teweh
Tim dari Disnakertranskop UKM Barito Utara secara rutin memantau berbagai jenis keterampilan yang dikembangkan di Lapas Muara Teweh, menunjukkan komitmen terhadap Peningkatan SDM Warga Binaan Lapas Muara Teweh. Program pelatihan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari teknik hingga ketahanan pangan, yang dirancang untuk memberikan bekal wirausaha yang kuat. Keberagaman pelatihan ini bertujuan untuk mengakomodasi minat dan potensi yang berbeda dari setiap warga binaan, memaksimalkan peluang mereka di kemudian hari.
Di sektor teknik, warga binaan menunjukkan keahlian signifikan dalam perbaikan mesin roda dua di bengkel kerja lapas. Sementara itu, di sektor jasa, terdapat aktivitas seperti jasa cuci pakaian dan pangkas rambut yang sangat diminati. Keterampilan kerajinan tangan juga tidak kalah populer, dengan adanya pelatihan sulam rajut benang dan pembuatan jaring ikan (lunta) yang menunjukkan kemajuan berarti. Semua keterampilan ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat langsung diaplikasikan setelah warga binaan kembali ke masyarakat.
Selain keterampilan teknis dan jasa, sektor agribisnis juga menjadi fokus utama dalam program ini. Pemanfaatan area terbatas di dalam lapas untuk praktik hidroponik dan budi daya ikan air tawar menjadi contoh inovasi yang diterapkan. Keterampilan di bidang agribisnis ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas, tetapi juga memberikan pengetahuan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri. Mastur menegaskan bahwa sejumlah keterampilan yang dikembangkan ini memiliki potensi besar sebagai bekal wirausaha bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana mereka.
Sumber: AntaraNews