Lapas Kediri Gandeng Perusahaan, Bekali Pelatihan Kerajinan WBP untuk Masa Depan Cerah

Lapas Kelas II A Kediri berkolaborasi dengan PT Arta Jayendra Perkasa, menggelar Pelatihan Kerajinan WBP merajut. Inisiatif ini membuka peluang penghasilan dan kemandirian pasca-bebas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lapas Kediri Gandeng Perusahaan, Bekali Pelatihan Kerajinan WBP untuk Masa Depan Cerah
Lapas Kelas II A Kediri berkolaborasi dengan PT Arta Jayendra Perkasa, membekali warga binaan dengan keterampilan merajut. Program ini bertujuan mempersiapkan WBP untuk mandiri setelah bebas. (AntaraNews)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri, Jawa Timur, mengambil langkah proaktif dalam membina warga binaan pemasyarakatan (WBP). Mereka menggandeng sebuah perusahaan kerajinan terkemuka. Program ini bertujuan memberikan keterampilan merajut yang bermanfaat bagi masa depan WBP.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya mengisi waktu luang para WBP, tetapi juga membekali mereka dengan keahlian. Keterampilan tersebut sangat dibutuhkan saat mereka kembali ke masyarakat. Kepala Lapas Kelas II A Kediri, Solichin, menekankan pentingnya keseriusan dalam mengikuti program ini.

Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Kediri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dalam lapas. Para WBP berkesempatan mendapatkan ilmu serta potensi penghasilan dari hasil karya mereka.

Lapas Kediri menjalin kerja sama strategis dengan PT Arta Jayendra Perkasa, sebuah perusahaan kerajinan yang dikenal dengan produk rajutan berkualitas. Perusahaan ini memasarkan berbagai produk seperti tas, dompet, dan gantungan kunci rajut. Produk-produk tersebut memiliki ciri khas detail menarik dan pangsa pasar luas.

"Kami menekankan kepada para WBP agar mengikuti pelatihan dengan serius karena keterampilan ini memberikan manfaat besar untuk masa depan mereka," kata Solichin. Ia juga menambahkan, WBP memiliki kesempatan mendapatkan penghasilan dari kerja mereka.

Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi jangka panjang yang membawa manfaat signifikan bagi WBP. Mereka dapat mengasah keterampilan, membangun rutinitas produktif, serta membuka jalan ketika kembali ke masyarakat. Pendampingan berkelanjutan dari perusahaan akan membantu WBP menjadi tenaga terampil.

Komisaris PT Arta Jayendra Perkasa, Arja Rusli, menjelaskan bahwa pelatihan ini lahir dari nota kesepahaman (MoU) antara lapas dan perusahaannya. Kegiatan pelatihan berlangsung rutin setiap Minggu tanpa jeda. Setiap sesi diarahkan agar WBP benar-benar menguasai cara kerja produksi.

Semua hasil karya WBP nantinya harus memenuhi standar produksi resmi perusahaan, mulai dari teknik dasar hingga kualitas akhir produk. "Standar inilah yang akan menjadi patokan apakah hasil kerja para WBP dapat dipasarkan atau tidak," ujar Arja Rusli. WBP yang sudah mahir akan tetap dipertimbangkan sebagai bagian dari produksi perusahaan.

Pelatihan ini dipandu langsung oleh Ibu Manda Handayani, pemilik sekaligus CEO kerajinan rajut tersebut, yang datang dari Solo. Bimbingan detail diberikan agar WBP mampu menghasilkan karya layak jual. Setiap WBP berhak mendapatkan premi atau upah atas hasil karya mereka yang memenuhi standar.

Produk-produk yang memenuhi standar akan langsung dikumpulkan dan dikirim ke Solo untuk masuk rantai pemasaran perusahaan. Skema ini memastikan bahwa kerja keras para WBP akan dihargai secara transparan. Direktur PT Arta Jayendra Perkasa, Sarmin, menyampaikan terima kasih atas ruang peningkatan kualitas SDM ini.

Melalui program Pelatihan Kerajinan WBP Lapas Kediri ini, Lapas Kediri berharap para WBP dapat menghasilkan karya dengan kualitas setara industri. Inisiatif ini tidak hanya sekadar pelatihan, melainkan upaya konkret untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi WBP. Mereka akan memiliki bekal untuk beradaptasi di dunia kerja kreatif.

Kerja sama antara Lapas Kediri dan PT Arta Jayendra Perkasa ini membuktikan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat berjalan efektif. Pembinaan tersebut juga dapat memberikan dampak positif jangka panjang. Hal ini juga membantu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan tenaga produksi kerajinan.

"Kerja sama ini sama-sama menguntungkan karena perusahaan juga terbantu dalam memenuhi tenaga produksi kerajinan. Kami berharap hubungan ini harus terus dijaga," kata Sarmin. Sinergi ini menjadi contoh ideal kolaborasi antara sektor publik dan swasta.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi