Tahukah Anda? Ditjenpas Sulteng Gandeng Pemkab Banggai Perkuat Pembinaan Warga Binaan Produktif
Ditjenpas Sulawesi Tengah dan Pemkab Banggai bersinergi memperkuat program pembinaan Warga Binaan Produktif, mengubah narapidana menjadi wirausahawan mandiri setelah bebas. Bagaimana caranya?
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah telah menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Banggai. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat program pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) berbasis ekonomi produktif.
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari paradigma baru pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan berbasis kerja sosial dan kemandirian ekonomi. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan dan kemandirian bagi WBP. Tujuannya agar mereka dapat menjadi individu produktif serta mampu membuka lapangan kerja setelah menyelesaikan masa pidananya.
Sinergi Strategis Wujudkan Kemandirian Ekonomi
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menyatakan bahwa transformasi pemasyarakatan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada menjalani hukuman. Namun, juga mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi para warga binaan.
“Transformasi pemasyarakatan hari ini tidak lagi hanya soal menjalani hukuman, tetapi juga soal menyiapkan masa depan. Kami ingin warga binaan menjadi manusia produktif, siap mandiri, dan bahkan mampu membuka lapangan kerja setelah bebas,” ujar Bagus Kurniawan.
Kerja sama dengan Pemkab Banggai ini menjadi langkah konkret untuk memperluas jejaring pembinaan produktif. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti pelatihan kerja, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta peningkatan keterampilan di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mengakselerasi program pembinaan ini. Terutama dalam bidang ketahanan pangan, pertanian, dan ekonomi kreatif yang dapat mendukung kemandirian Warga Binaan Produktif.
Melahirkan Wirausahawan Baru dari Balik Tembok Lapas
Melalui kolaborasi ini, setiap lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Tengah diharapkan dapat berfungsi sebagai laboratorium sosial. Laboratorium ini bertujuan untuk melahirkan wirausahawan baru dari balik tembok lapas.
Program ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selain itu, juga mendukung visi Presiden melalui Asta Cita dalam membangun masyarakat produktif dan berdaya saing.
“Kolaborasi ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mendukung visi Presiden melalui Asta Cita dalam membangun masyarakat produktif dan berdaya saing. Kami ingin pemasyarakatan menjadi bagian dari solusi, bukan beban,” tambah Bagus Kurniawan.
Pembinaan Warga Binaan Produktif ini tidak hanya berfokus pada pemulihan moral. Namun, juga pada peningkatan kapasitas ekonomi dan sosial, menuju pemasyarakatan yang humanis dan berdaya guna bagi masyarakat luas.
Dukungan Pemkab Banggai untuk Peningkatan Kapasitas Warga Binaan
Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menyebutnya sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pemasyarakatan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
“Kami melihat potensi besar dari program pembinaan ini. Dengan pendekatan yang tepat, warga binaan bisa menjadi bagian dari kekuatan ekonomi daerah,” kata Amirudin Tamoreka.
Pemerintah Kabupaten Banggai siap memberikan dukungan penuh dari berbagai sisi. Dukungan tersebut meliputi penyediaan fasilitas, pelatihan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar hasil dari program pembinaan Warga Binaan Produktif ini benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berdampak positif bagi warga binaan secara individual. Namun, juga berkontribusi signifikan terhadap pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja baru di Kabupaten Banggai.
Sumber: AntaraNews