Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, baru-baru ini menjalin kerja sama strategis dengan PT Pelindo. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan program pelatihan dan bantuan fasilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat membekali WBP dengan keterampilan yang relevan untuk kehidupan pasca-pembebasan.
Program pembinaan kemandirian ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) PT Pelindo yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pemberdayaan masyarakat. Bantuan yang diserahkan meliputi berbagai jenis pelatihan keterampilan dan fasilitas pendukung. Pelaksanaan program ini berlangsung di Lapas Banjarmasin, dengan harapan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyatakan apresiasinya terhadap dukungan PT Pelindo. Ia menekankan bahwa bantuan ini krusial dalam meningkatkan kemampuan WBP serta membuka peluang baru bagi mereka setelah menjalani masa pidana. Kerjasama ini menjadi contoh nyata sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan badan usaha dalam menciptakan perubahan positif.
Advertisement
Advertisement
PT Pelindo melalui program TJSL-nya telah menyediakan beragam pelatihan UMKM yang relevan dengan kebutuhan pasar dan potensi lokal. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan pemasyarakatan. Fokus utamanya adalah menciptakan produk bernilai jual yang dapat menjadi modal usaha setelah mereka bebas.
Beberapa jenis pelatihan yang diberikan meliputi pelatihan sasirangan, sablon metode heat press, dan kerajinan batok kelapa. Pelatihan sasirangan, sebagai warisan budaya Kalimantan Selatan, memberikan WBP keterampilan membatik kain. Sementara itu, pelatihan sablon metode heat press membuka peluang di industri kreatif dan percetakan. Kerajinan batok kelapa juga melatih kreativitas WBP dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain pelatihan keterampilan, PT Pelindo juga menyalurkan bantuan fasilitas pendukung yang sangat dibutuhkan. Fasilitas ini mencakup alat pertanian dan perikanan, yang membuka peluang di sektor agraris dan maritim. Tersedia pula alat daur ulang sampah organik dan non-organik, mendorong WBP untuk terlibat dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Advertisement
Bantuan fasilitas ini akan memungkinkan Lapas Banjarmasin untuk mengembangkan unit-unit usaha produktif di dalam lingkungan lapas. Dengan demikian, WBP dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat dari Pelatihan UMKM WBP. Ini juga menjadi fondasi penting bagi mereka untuk memulai usaha sendiri setelah kembali ke masyarakat, mengurangi risiko residivisme.
Advertisement
Tim Pengawas PT Pelindo Surabaya, Subandi, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung program pembinaan kemandirian WBP. Penyerahan bantuan TJSL ini merupakan wujud nyata kepedulian PT Pelindo terhadap masa depan warga binaan. Mereka percaya bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Subandi menyatakan, "Bantuan ini bertujuan agar mereka dapat memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup setelah selesai menjalani masa pidana." Pernyataan ini menggarisbawahi visi jangka panjang dari program tersebut. Pelindo ingin memastikan bahwa WBP tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan bekal berharga.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, sangat berharap bantuan TJSL ini dapat meningkatkan kemampuan WBP dalam berbagai bidang. Ia juga berharap program ini membuka peluang lebih baik bagi mereka untuk meningkatkan kualitas hidup. Dukungan semacam ini sangat vital untuk reintegrasi sosial yang sukses.
Advertisement
Dengan adanya Pelatihan UMKM WBP dan fasilitas pendukung ini, diharapkan WBP dapat menjadi individu yang mandiri dan produktif. Mereka akan memiliki bekal keterampilan dan mentalitas wirausaha. Program ini tidak hanya bermanfaat bagi individu WBP, tetapi juga bagi masyarakat luas dengan mengurangi potensi kejahatan dan meningkatkan partisipasi ekonomi.
Sumber: AntaraNews