Tim Gabungan Evakuasi Lansia Purbalingga Meninggal di Pohon Kelapa Setinggi 15 Meter

Seorang lansia di Purbalingga ditemukan meninggal dunia di atas pohon kelapa setinggi 15 meter saat memetik buah. Tim gabungan segera mengevakuasi jenazah, dan dugaan awal menyebutkan korban memiliki riwayat penyakit kronis yang kambuh.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim Gabungan Evakuasi Lansia Purbalingga Meninggal di Pohon Kelapa Setinggi 15 Meter
Seorang lansia di Purbalingga ditemukan meninggal dunia di atas pohon kelapa setinggi 15 meter saat memetik buah. Tim gabungan segera mengevakuasi jenazah, dan dugaan awal menyebutkan korban memiliki riwayat penyakit kronis yang kambuh. (AntaraNews)

Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Suhid Suparyo (65), warga Desa Bedagas, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga, ditemukan meninggal dunia di atas pohon kelapa. Insiden tragis ini terjadi pada hari Sabtu, 18 Juli, di kebun milik warga Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Purbalingga.

Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur segera dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah korban dari ketinggian sekitar 15 meter. Evakuasi ini dilakukan setelah rekan korban melaporkan kejadian tragis tersebut kepada pihak berwenang.

Dugaan sementara penyebab kematian Suhid Suparyo adalah kambuhnya penyakit dalam kronis yang dideritanya. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi lebih lanjut.

Kronologi Penemuan Jenazah Lansia di Pohon Kelapa

Insiden tragis yang menimpa lansia Purbalingga ini bermula ketika Suhid Suparyo bersama seorang rekannya tiba di kebun kelapa milik warga bernama Sutarno pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya berencana memetik buah kelapa di lokasi tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi, rekan korban sempat mengajak Suhid untuk sarapan sebelum memulai pekerjaan. Namun, Suhid memilih untuk langsung memanjat pohon kelapa yang tingginya mencapai sekitar 15 meter.

Sekitar 10 menit setelah memanjat, saksi melihat Suhid mendadak terdiam di atas pohon dengan posisi kaki menggantung. Saksi berulang kali memanggil dan memukul batang pohon, namun tidak ada respons dari korban.

Menyadari ada sesuatu yang tidak beres, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa. Laporan ini kemudian diteruskan kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Rembang untuk penanganan lebih lanjut.

Evakuasi Dramatis oleh Tim Gabungan di Purbalingga

Kapolsek Rembang Inspektur Polisi Satu Warsono menyatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengevakuasi lansia yang meninggal di pohon kelapa.

Tim gabungan yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini meliputi Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR Banyumas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Rembang, dan Tim Inafis Polres Purbalingga.

Proses evakuasi jenazah Suhid Suparyo dari ketinggian 15 meter berlangsung dengan hati-hati dan memerlukan keahlian khusus. Setelah beberapa waktu, tim berhasil menurunkan jenazah korban dengan aman.

Hasil Pemeriksaan Medis dan Dugaan Penyebab Kematian

Setelah jenazah berhasil diturunkan, tim medis dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rembang bersama Tim Inafis Polres Purbalingga segera melakukan pemeriksaan luar terhadap korban.

Hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Rembang tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan, Suhid Suparyo telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit dalam kronis, yaitu sakit perut menahun. Diduga kuat, penyakit tersebut kambuh saat korban berada di atas pohon, menyebabkan Suhid meninggal dunia secara mendadak.

Kapolsek Rembang Warsono menegaskan bahwa hasil pemeriksaan tidak menemukan unsur tindak pidana dalam kejadian ini. Oleh karena itu, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan, dan keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah tanpa menghendaki autopsi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi