Ketertarikan masyarakat terhadap Perpustakaan Jakarta terus mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah kunjungan selama Semester I 2026 dan semangat warga yang langsung memenuhi kuota untuk acara Night at the Library (NATL) dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada malam Jumat, 17 Juli 2026.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, mengungkapkan bahwa ekosistem literasi di Jakarta terus mengalami perkembangan. Dia menyatakan bahwa perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang untuk berkumpul, berdiskusi, berkarya, dan membangun jaringan sosial.
"Ekosistem literasi di Jakarta terus berkembang. Perpustakaan kini tak lagi sekadar menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang berkumpul, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring sosial," ujar Nasruddin pada Sabtu (18/7/2026), seperti yang dilansir oleh Antara.
Dia berharap agar Perpustakaan Jakarta dapat terus berinovasi dalam layanan dan menghadirkan konsep third place atau ruang ketiga bagi masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat lebih bagi pengunjung dalam mengakses informasi dan berinteraksi.
Nasruddin juga menjelaskan bahwa HUT ke-4 Perpustakaan Jakarta yang jatuh pada 7 Juli 2026 bertepatan dengan peluncuran Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, yang telah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Kehadiran perpustakaan baru ini disambut dengan antusias oleh masyarakat.
Dia menambahkan bahwa Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang mampu menarik sekitar 1.000 pengunjung setiap harinya.
"Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Jakarta terus meningkat," jelasnya dengan penuh semangat.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam acara Night at the Library, di mana kuota peserta sebanyak 800 orang habis hanya dalam waktu singkat setelah pendaftaran dibuka. Hal ini menunjukkan betapa besar minat masyarakat terhadap kegiatan literasi dan budaya yang diadakan oleh Perpustakaan Jakarta.
Advertisement
Data Peningkatan
Menurut data yang diperoleh dari Dispusip DKI Jakarta, selama Semester I 2026, Perpustakaan Jakarta mencatat sebanyak 320.352 kunjungan, yang berarti rata-rata sekitar 13 ribu orang mengunjungi perpustakaan setiap minggunya. Sejak dibuka kembali hingga kini, total kunjungan mencapai sekitar 1,96 juta orang.
"Angka ini menunjukkan bahwa perpustakaan semakin diterima sebagai ruang publik yang hidup, tempat masyarakat belajar, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring," jelas Nasruddin.
Ia menambahkan bahwa penguatan budaya literasi merupakan elemen penting dalam mempersiapkan 500 tahun Kota Jakarta.
Nasruddin juga menekankan bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan ruang-ruang literasi yang terbuka dan inklusif.
Di sisi lain, Diki Lukman Hakim, Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin, menyatakan bahwa transformasi layanan perpustakaan bertujuan untuk memperkuat fungsinya sebagai "third place" atau ruang ketiga yang nyaman bagi masyarakat.
"Kami berharap transformasi layanan ini dapat memantapkan peran Perpustakaan Jakarta sebagai ruang ketiga tempat interaksi sosial yang inklusif, nyaman, dan hidup di luar rumah serta tempat kerja," tuturnya.
Sementara itu, Ali Maulana Hakim, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, memberikan apresiasi terhadap inovasi layanan yang terus dilakukan oleh Dispusip DKI Jakarta. Ia berpendapat bahwa perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi ruang publik yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kreativitas.
"Kami berharap, program seperti Night at the Library terus digelar agar Perpustakaan Jakarta semakin menjadi pusat literasi, kreativitas, pengembangan sumber daya manusia, sekaligus ruang kolaborasi yang memperkuat interaksi sosial masyarakat Jakarta," tegas Ali.