Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Kupang, Nusa Tenggara Timur, secara aktif menggelar program pelatihan keterampilan bagi warga binaan mereka. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta membekali para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keahlian hidup yang produktif dan relevan.
Program pelatihan ini mencakup menjahit dan salon tata rias, yang dirancang untuk memberikan bekal berharga bagi WBP. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi modal penting bagi mereka dalam proses reintegrasi sosial setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Perempuan Kupang, Dewi Andriani, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada pemidanaan. Sebaliknya, program ini berorientasi pada pemulihan dan pemberdayaan individu agar lebih siap dan mandiri di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kemandirian Melalui Pelatihan Keterampilan Menjahit
Salah satu program unggulan yang diselenggarakan adalah pelatihan menjahit, yang diikuti oleh 20 warga binaan. Pelatihan intensif ini direncanakan berlangsung selama dua pekan, memberikan pengetahuan dan praktik dasar yang komprehensif.
Pada hari pertama, peserta diperkenalkan dengan materi dasar menjahit, meliputi pengenalan mesin jahit, jenis benang, serta teknik mengoperasikan mesin. Mereka juga diajarkan cara mengukur pola dan penggunaan berbagai alat penunjang menjahit.
Kegiatan ini tidak hanya berupa teori, tetapi juga disertai sesi tanya jawab interaktif dan praktik langsung. Hal ini memastikan bahwa setiap peserta pelatihan keterampilan warga binaan Lapas Kupang dapat menguasai teknik dasar dengan baik.
Advertisement
Dewi Andriani menyatakan, "Dengan meningkatnya kemampuan dan produktivitas warga binaan, masyarakat akan menerima kembali individu yang lebih siap, lebih mandiri, dan berdaya guna." Ia menambahkan bahwa ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan di lapas berorientasi pada pemulihan dan pemberdayaan.
Advertisement
Dorong Kewirausahaan dengan Pelatihan Salon dan Tata Rias
Selain menjahit, Lapas Perempuan Kupang juga menyelenggarakan pelatihan keterampilan salon dan tata rias. Program ini telah dimulai sejak Kamis (6/11) dan diikuti oleh 20 WBP lainnya, melalui kerja sama strategis dengan Lembaga Pelatihan dan Kursus Vania Salon.
Pelatihan ini membekali warga binaan dengan keahlian yang sangat relevan di dunia industri kecantikan dan jasa. Diharapkan, setelah menyelesaikan pelatihan, mereka memiliki kapasitas untuk membuka usaha mandiri atau bekerja di sektor terkait.
Menurut Dewi Andriani, "Dengan bekal keterampilan ini, mereka diharapkan dapat berperan aktif di dunia kerja maupun membuka usaha mandiri, sehingga turut berkontribusi pada penguatan sektor UMKM dan perekonomian daerah." Ini menunjukkan visi jangka panjang dari program ini.
Advertisement
Rangkaian pelatihan keterampilan warga binaan Lapas Kupang ini sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung Program 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pendayagunaan Warga Binaan untuk menghasilkan produk-produk UMKM.
Sumber: AntaraNews