Bunda Guru Barito Utara Luncurkan Buku Puisi "Monolog Plastik Kotaku", Tingkatkan Literasi dan Peduli Lingkungan

Peluncuran buku puisi "Monolog Plastik Kotaku" oleh Bunda Guru Barito Utara jadi momentum penting tingkatkan literasi dan kesadaran lingkungan generasi muda. Simak detailnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bunda Guru Barito Utara Luncurkan Buku Puisi "Monolog Plastik Kotaku", Tingkatkan Literasi dan Peduli Lingkungan
Peluncuran buku puisi "Monolog Plastik Kotaku" oleh Bunda Guru Barito Utara jadi momentum penting tingkatkan literasi dan kesadaran lingkungan generasi muda. Simak detailnya! (AntaraNews)

Bunda Guru Kabupaten Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, secara resmi meluncurkan buku antologi puisi berjudul "Monolog Plastik Kotaku". Peluncuran ini bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2026 di Muara Teweh. Acara penting ini berlangsung di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Buku ini menjadi momentum krusial untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda. Selain itu, peluncuran ini bertujuan meningkatkan kesadaran mereka terhadap isu-isu lingkungan. Karya-karya dalam buku ini merupakan hasil tulisan remaja dan pelajar Barito Utara.

Puisi-puisi tersebut mengangkat tema lingkungan hidup, kepedulian terhadap sampah, serta pentingnya menjaga kelestarian alam. Pendekatan sastra dan literasi digunakan sebagai medium penyampaian pesan. Inisiatif ini didukung penuh oleh Dinas Pendidikan Barito Utara dan Komunitas Penulis Barito Utara.

"Monolog Plastik Kotaku" Suarakan Kepedulian Lingkungan Generasi Muda

Maya Savitri Shalahuddin menegaskan bahwa "Monolog Plastik Kotaku" bukan sekadar kumpulan puisi biasa. "Buku ini merupakan suara hati generasi muda Barito Utara yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan bumi yang mereka cintai," ujarnya. Melalui karya sastra, anak-anak belajar menyampaikan gagasan, kepedulian, dan harapan mereka terhadap lingkungan hidup.

Literasi dan kepedulian lingkungan adalah dua aspek penting yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. "Ketika anak-anak menulis tentang sampah, sungai, hutan, dan lingkungan sekitarnya, sesungguhnya mereka sedang belajar menjadi agen perubahan," kata Maya. Mereka tidak hanya membaca keadaan, tetapi juga menyuarakan solusi melalui karya yang dihasilkan.

Maya berharap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi pelajar dan masyarakat luas. Tujuannya adalah untuk lebih mencintai budaya membaca, menulis, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. "Saya berharap antologi ini menjadi awal lahirnya lebih banyak karya literasi dari generasi muda Barito Utara," pesannya.

Dukungan Penuh Dinas Pendidikan untuk Literasi dan Karakter

Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Muhammad Iman Topik, menyampaikan apresiasi tinggi atas peluncuran buku ini. Beliau menilai inisiatif ini sebagai bentuk kolaborasi positif antara dunia pendidikan, komunitas literasi, dan gerakan peduli lingkungan. "Kami menyambut baik lahirnya buku antologi puisi Monolog Plastik Kotaku," kata Topik.

Topik menambahkan bahwa ini adalah bukti bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Namun, juga membangun karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial peserta didik terhadap lingkungan sekitar. Karya-karya dalam buku tersebut menunjukkan potensi besar pelajar Barito Utara dalam bidang literasi.

Pelajar mampu menyampaikan pesan-pesan edukatif melalui sastra dengan baik. Dinas Pendidikan akan terus mendukung berbagai program penguatan literasi di sekolah, termasuk kegiatan menulis dan berkarya. Hal ini bertujuan membentuk karakter peserta didik.

Melalui literasi, anak-anak belajar berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan di sekitarnya. Peluncuran buku antologi puisi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah. Tujuannya adalah meningkatkan budaya literasi sekaligus mendukung gerakan peduli lingkungan di kalangan pelajar.

Topik berharap buku ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengembangkan kreativitas peserta didik. Selain itu, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan hidup. "Semoga semakin banyak karya-karya positif yang lahir dari tangan generasi muda Barito Utara," ujarnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi