Tahukah Anda? Pemkab dan Rutan Sampang Berkolaborasi, Bekali Pelatihan WBP Sampang dengan Keterampilan Menjanjikan

Pemerintah Kabupaten dan Rutan Klas IIB Sampang bersinergi memberikan Pelatihan WBP Sampang dalam berbagai bidang, bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan berdaya saing setelah bebas. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Pemkab dan Rutan Sampang Berkolaborasi, Bekali Pelatihan WBP Sampang dengan Keterampilan Menjanjikan
Pemerintah Kabupaten dan Rutan Klas IIB Sampang bersinergi memberikan Pelatihan WBP Sampang dalam berbagai bidang, bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan berdaya saing setelah bebas. Simak selengkapnya! (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, menggandeng Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sampang untuk menyelenggarakan program pelatihan keterampilan. Inisiatif ini ditujukan khusus bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lembaga tersebut. Kerja sama strategis ini diharapkan dapat memberikan bekal berharga bagi para narapidana.

Program pelatihan ini mencakup berbagai bidang yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, seperti menjahit, tata boga, kerajinan tangan, cukur rambut, dan sablon kaos. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan WBP agar memiliki kemandirian ekonomi. Pelatihan ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi mereka kembali melakukan tindak kriminal setelah bebas.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sampang, Yudhi Adhidarta Karma, menyatakan bahwa pemilihan jenis pelatihan didasarkan pada potensi pasar yang baik. Ia menambahkan bahwa keterampilan ini dapat dikembangkan sebagai bekal wirausaha mandiri. Kesiapan sarana dan prasarana juga telah ditinjau langsung oleh pihak Rutan Sampang.

Keterampilan Berdaya Saing untuk Masa Depan WBP

Pelatihan yang diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan di Rutan Sampang ini difokuskan pada keterampilan praktis yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Jenis pelatihan seperti menjahit dan tata boga dipilih karena permintaannya yang stabil di masyarakat. Selain itu, keterampilan ini juga relatif mudah untuk dikelola sebagai usaha mandiri.

Yudhi Adhidarta Karma menjelaskan, "Ada beberapa jenis pelatihan yang kami pandang perlu untuk diberikan kepada warga binaan, sehingga bisa menjadi bekal, ketika mereka bebas nanti." Pihak Pemkab Sampang melalui Disnaker berkomitmen untuk menyediakan program yang relevan. Ini bertujuan agar hasilnya dapat langsung diterapkan oleh para peserta.

Selain menjahit dan tata boga, pelatihan lain yang diselenggarakan meliputi kerajinan tangan, cukur rambut, dan sablon kaos. Bidang-bidang ini dianggap cocok karena peralatan dasarnya mudah dikelola. Keterampilan ini dapat menjadi modal awal bagi WBP untuk membuka peluang usaha mikro setelah mereka bebas dari Rutan Sampang.

Pemilihan bidang-bidang tersebut juga didasarkan pada potensi pasar yang baik dan kemampuannya untuk dikembangkan sebagai bekal wirausaha mandiri. Program Pelatihan WBP Sampang ini merupakan upaya konkret dalam pemberdayaan. Ini juga memberikan harapan baru bagi warga binaan untuk memulai hidup yang lebih baik.

Sinergi Pemkab dan Rutan untuk Pencegahan Kriminalitas

Kerja sama antara Pemkab Sampang dan Rutan Klas IIB Sampang ini merupakan langkah proaktif dalam mengatasi akar masalah kriminalitas. Kepala Rutan Klas IIB Sampang, Kamesworo, menyoroti pentingnya pembekalan keterampilan. Hal ini disampaikan agar narapidana memiliki sumber ekonomi setelah bebas dari penjara.

Kamesworo mengungkapkan, "Sebab, berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang kami lakukan selama ini, salah satu penyebab seseorang berbuat kriminal, karena faktor ekonomi." Pernyataan ini menegaskan bahwa faktor ekonomi seringkali menjadi pemicu utama. Oleh karena itu, program Pelatihan WBP Sampang ini sangat relevan.

Untuk memastikan kelancaran program, pihak Rutan Sampang telah meninjau langsung fasilitas pelatihan di Disnaker Kabupaten Sampang. Peninjauan ini mencakup bengkel dan ruang pelatihan kerja yang akan digunakan. Mereka menyatakan kepuasan terhadap sarana yang tersedia, sehingga kesepakatan kerja sama dapat segera terjalin.

Melalui inisiatif ini, Rutan Sampang berupaya memberikan bekal yang komprehensif kepada warga binaan. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan secara mandiri setelah bebas. Sinergi ini tidak hanya membekali keterampilan tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri para WBP.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi