Musim kemarau membuat aliran Sungai Ciliwung di Depok, Jawa Barat, menyusut. Kondisi surut ini dimanfaatkan sebagian warga, terutama remaja, untuk bermain air dan berenang di sejumlah titik. Perkembangan ini dilaporkan dilansir dari Liputan6.com, Jumat (24/7/2026).
Pantauan di bawah Jembatan Grand Depok City (GDC) menunjukkan ketinggian air rata-rata hanya sekitar 30–50 sentimeter. Selain debit sungai yang menurun, warga setempat juga mulai merasakan dampak kemarau dengan mengeringnya sejumlah sumur.
Meski terlihat dangkal, otoritas penanggulangan bencana di Kota Depok mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan aliran sungai sebagai lokasi bermain air karena potensi bahaya tetap ada.
Advertisement
Ciliwung Surut di Bawah Jembatan GDC, Remaja Pilih Sore
Sejumlah remaja tampak mandi dan berenang memanfaatkan aliran Ciliwung yang surut, terutama pada sore hari untuk menghindari terik matahari. Aktivitas ini terpantau di sekitar Jembatan GDC Depok.
Remaja asal Abadi Jaya, Dika, menyebut dirinya lebih sering datang saat sore.
"Saya kalau ke sini sore, berenang di sungai Ciliwung bersama teman," kata Dika.
Dika yang masih duduk di bangku SMA menuturkan, ia memilih berenang ketika aliran sungai terlihat surut dan tidak membahayakan. Saat air surut, menurutnya, air juga tampak lebih jernih dan sejuk sehingga ia bisa bergerak bebas di aliran sungai yang membentang dari wilayah Bogor hingga Jakarta.
"Airnya sekarang jernih dan sejuk, jadi enak aja buat mandi sambil berenang," ucap Dika.
Ia menegaskan hanya berani berenang ketika arus tidak deras. Jika debit meningkat dan air keruh, ia memilih menjauh dari sungai.
"Kalau air lagi tinggi dan deras, saya enggak berani juga, apalagi kalau terlihat keruh, cukup bahaya," terang Dika.
Dika menambahkan, ia memanfaatkan momen kemarau karena dapat berenang tanpa biaya, berbeda dengan kolam renang umum berbayar.
"Kalau disinikan gratis, beda dengan kolam renang umum yang bayar, disini juga kita bisa sambil bersantai," ungkap Dika.
Advertisement
Damkar Depok: Bahaya Tetap Mengintai Meski Air Surut
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok, Denny Romulo, mengingatkan bahwa bermain air di sungai tetap berisiko, sekalipun permukaan air sedang turun.
"Sebenarnya ini bahaya ya walaupun aliran sungai sedang surut," tutur Denny.
Damkar meminta remaja maupun masyarakat tidak bermain di aliran sungai yang surut, terlebih di titik-titik rawan hanyut. Sebagai alternatif, warga disarankan menggunakan fasilitas kolam renang umum yang memiliki standar keselamatan dan pengawasan.
"Sebaiknya jangan bermain di daerah rawan, sebaiknya apabila ingin berenang dapat menggunakan fasilitas kolam renang umum," kata Denny.
Selain arus sungai, Damkar juga menyoroti potensi ancaman satwa liar. Ular dan biawak kerap ditemukan di sepanjang aliran Ciliwung dan berpotensi membahayakan, terutama bila merasa terganggu. Aktivitas bermain air tanpa pendampingan atau pengawasan dinilai meningkatkan risiko insiden.
"Kami khawatir apabila satwa liar ini merasa terganggu, akan menyerang masyarakat yang sedang berenang maupun bermain di aliran sungai Ciliwung," pungkas Denny.