Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mengambil langkah proaktif dalam membekali narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser. Program ini bertujuan untuk memberikan berbagai keterampilan teknis yang esensial, guna meningkatkan kemandirian serta mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat. Inisiatif ini menandai komitmen serius pemerintah daerah dalam pembinaan warga binaan.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans SBT, M. Aliyudin, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga binaan setelah mereka menyelesaikan masa hukuman. Fokus utama adalah pada keterampilan yang relevan dengan potensi lokal.
“Kami berkomitmen memberikan pelatihan keterampilan yang relevan dengan potensi daerah agar warga binaan memiliki bekal kerja saat kembali ke masyarakat,” ujar M. Aliyudin di Seram Timur, Jumat. Pelatihan ini diharapkan menjadi modal berharga bagi narapidana untuk memulai hidup baru dengan produktif dan mandiri, mengurangi risiko residivisme dan mendorong kontribusi positif bagi daerah.
Advertisement
Advertisement
Program pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh Disnakertrans SBT bagi narapidana Lapas Kelas III Geser merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan, tetapi juga pada penciptaan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi warga binaan setelah mereka bebas. Dengan bekal keterampilan yang memadai, diharapkan mereka dapat berintegrasi kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif.
M. Aliyudin menegaskan pentingnya program ini dalam mendukung misi Disnakertrans SBT untuk memperluas akses pelatihan keterampilan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Menurutnya, setiap individu, termasuk narapidana, memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pembangunan daerah jika diberikan kesempatan dan bekal yang tepat. Oleh karena itu, sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan program ini.
Kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Maluku di Ambon menjadi salah satu prioritas utama untuk memastikan pelatihan ini segera terealisasi. Melalui kolaborasi ini, Disnakertrans SBT berupaya menghadirkan kurikulum pelatihan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal. Hal ini penting agar keterampilan yang diajarkan benar-benar relevan dan dapat langsung diterapkan oleh para narapidana.
Advertisement
Advertisement
Pelatihan keterampilan yang akan diberikan kepada narapidana Lapas Kelas III Geser dirancang secara spesifik agar relevan dengan potensi ekonomi Kabupaten Seram Bagian Timur. Ini mencakup berbagai bidang yang memiliki prospek cerah di pasar lokal. Tujuannya adalah untuk membekali narapidana dengan keahlian yang dapat langsung mereka manfaatkan untuk berwirausaha atau mencari pekerjaan setelah bebas.
Beberapa keterampilan teknis yang akan diajarkan meliputi:
- Pengolahan hasil perikanan, seperti pengasapan dan pengeringan ikan, memanfaatkan kekayaan laut daerah.
- Pengolahan kelapa menjadi produk turunan, memaksimalkan potensi perkebunan kelapa.
- Kerajinan tangan berbahan baku lokal, mendorong kreativitas dan pemanfaatan sumber daya alam sekitar.
Advertisement
Selain itu, program ini juga menyiapkan pelatihan teknis lain yang tidak kalah penting. Ini termasuk perbengkelan sederhana, yang sangat dibutuhkan di berbagai sektor. Pelatihan pengolahan hasil pertanian dan perkebunan juga menjadi fokus, mengingat Seram Bagian Timur memiliki potensi besar di sektor agraris. Semua pelatihan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi narapidana.
Advertisement
Program Pelatihan Keterampilan Narapidana Seram Timur ini merupakan hasil sinergi kuat antara Lapas Kelas III Geser dan Disnakertrans SBT. Pertemuan antara Kepala Lapas Kelas III Geser, Mulyo Utomo, dengan jajaran Disnakertrans SBT di Bula menjadi titik awal pembahasan kerja sama penting ini. Kedua belah pihak menyambut baik inisiatif tersebut, mengingat keselarasan dengan misi masing-masing lembaga.
Kepala Disnakertrans SBT menyatakan pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif kerja sama ini. Hal tersebut sejalan dengan misi dinas dalam memperluas akses pelatihan keterampilan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi narapidana dan masyarakat luas.
Sinergi antara Lapas Geser, Disnakertrans SBT, dan Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon diharapkan mampu menghadirkan pelatihan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan daerah. Pelatihan akan dilaksanakan langsung di dalam Lapas Geser, melibatkan instruktur dari BLK Ambon, jajaran Disnakertrans SBT, serta petugas lapas. Melalui program ini, narapidana tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperoleh keterampilan produktif yang dapat menjadi modal usaha atau bekerja setelah bebas, sehingga mampu berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews