Ditjenpas Kalsel Gelar Bazar Warga Binaan Kalsel, Tampilkan Karya Mandiri Bernilai Ekonomi

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan sukses menggelar Bazar Warga Binaan Kalsel, memamerkan beragam produk hasil karya mandiri yang memiliki nilai estetika dan ekonomis. Dukungan masyarakat diharapkan untuk kebe

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ditjenpas Kalsel Gelar Bazar Warga Binaan Kalsel, Tampilkan Karya Mandiri Bernilai Ekonomi
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan sukses menggelar Bazar Warga Binaan Kalsel, memamerkan beragam produk hasil karya mandiri yang memiliki nilai estetika dan ekonomis. Dukungan masyarakat diharapkan untuk kebe (AntaraNews)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan baru-baru ini sukses menyelenggarakan sebuah bazar. Acara ini menampilkan berbagai produk hasil karya warga binaan dari seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di provinsi tersebut.

Bazar Warga Binaan Kalsel ini merupakan bagian dari rangkaian semarak peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Banjarmasin, menarik perhatian masyarakat luas.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel, Mulyadi, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan menunjukkan hasil nyata pembinaan kemandirian. Masyarakat dapat melihat langsung potensi serta kemampuan warga binaan dalam menghasilkan produk berkualitas.

Menguak Potensi dan Keterampilan Warga Binaan

Beragam produk unggulan dipamerkan dalam bazar yang diselenggarakan oleh Ditjenpas Kalsel ini. Mulai dari hasil pertanian segar hingga aneka kerajinan tangan yang memukau.

Adapun beberapa produk yang dijual antara lain:

  • Hasil pertanian seperti sayur dan buah segar.
  • Beragam kerajinan tangan yang memiliki nilai estetika dan ekonomis.

Setiap item yang dipamerkan merupakan manifestasi dari kreativitas dan keterampilan yang telah diasah selama masa pembinaan. Produk-produk ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga potensi ekonomis yang signifikan.

Mulyadi menegaskan bahwa bazar ini menjadi bukti konkret keberhasilan program pembinaan kemandirian. Program tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan seluruh Kalimantan Selatan.

Melalui ajang ini, masyarakat diajak untuk menyaksikan secara langsung bahwa warga binaan memiliki kapasitas besar. Mereka mampu menciptakan produk berkualitas tinggi yang berdaya saing di pasaran.

Dukungan Masyarakat dan Masa Depan Warga Binaan

Dukungan dari masyarakat sangat krusial untuk keberlanjutan program pembinaan kemandirian ini. Setiap pembelian produk warga binaan tidak hanya berarti transaksi ekonomi, tetapi juga memberikan suntikan motivasi moral yang tak ternilai harganya bagi mereka.

Lebih dari itu, partisipasi masyarakat secara langsung mendukung upaya Ditjenpas dalam membekali warga binaan. Mereka dibekali dengan keterampilan usaha yang esensial agar dapat mandiri sepenuhnya setelah bebas nanti.

Program pembinaan kemandirian ini memiliki tujuan luhur, yakni mencegah warga binaan mengulangi kesalahan pidana di masa mendatang. Dengan bekal keterampilan yang memadai, mereka diharapkan dapat reintegrasi ke masyarakat sebagai individu produktif dan bertanggung jawab.

Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan, yang jatuh setiap tanggal 27 April, menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan sistem pemasyarakatan di Indonesia. Tanggal ini mengenang sejarah berdirinya sistem pemasyarakatan dan menjadi pengingat akan pentingnya pembinaan.

Momen ini juga digunakan untuk meningkatkan profesionalisme petugas pemasyarakatan, melakukan evaluasi kinerja secara menyeluruh, serta memperkuat program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal ini sejalan dengan visi Ditjenpas untuk mewujudkan pemasyarakatan yang lebih humanis dan berdaya guna.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi