Tahukah Anda? Lapas Ambon Latih WBP Produksi Batako, Wujudkan Kemandirian dan Jawab Permintaan Pasar

Lapas Ambon sukses menggelar Pelatihan Batako Lapas Ambon bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), membekali mereka keterampilan berharga untuk kemandirian ekonomi pasca-bebas. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Lapas Ambon Latih WBP Produksi Batako, Wujudkan Kemandirian dan Jawab Permintaan Pasar
Lapas Ambon sukses menggelar Pelatihan Batako Lapas Ambon bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), membekali mereka keterampilan berharga untuk kemandirian ekonomi pasca-bebas. Simak selengkapnya! (Merdeka.com)

Lapas Kelas IIA Ambon, di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, secara aktif melatih Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam produksi batako. Program ini dirancang khusus untuk membekali para WBP dengan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Lapas Ambon untuk mewujudkan kemandirian ekonomi bagi WBP, sekaligus menjawab kebutuhan pasar akan produk batako berkualitas. Pelatihan ini juga sejalan dengan visi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat pemberdayaan WBP.

Kegiatan produksi batako ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga telah menerima pesanan signifikan dari masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan publik terhadap kualitas produk yang dihasilkan oleh tangan-tangan WBP di Lapas Ambon.

Membekali Keterampilan untuk Masa Depan Cerah

Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Herliadi, menegaskan bahwa program pelatihan batako ini memiliki tujuan mulia. “Kami ingin mereka keluar dari sini dengan bekal keterampilan, bukan hanya harapan,” ujarnya. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan WBP memiliki modal berharga.

Produksi batako ini menjadi bukti nyata bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk berkontribusi secara ekonomi. Herliadi menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya memenuhi permintaan pasar, tetapi juga merupakan bagian dari program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Program tersebut bertajuk Penguatan dan Peningkatan Pendayagunaan Warga Binaan untuk Menghasilkan Produk UMKM. Inisiatif Pelatihan Batako Lapas Ambon ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian dan produktivitas di lingkungan pemasyarakatan.

Proses Produksi dan Kepercayaan Publik

Saat ini, Lapas Ambon telah menerima pesanan sebanyak 1.000 buah batako pres dari masyarakat umum. Seluruh proses produksi batako ini sepenuhnya dikerjakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah mendapatkan Pelatihan Batako Lapas Ambon.

Keterlibatan WBP sangat aktif, mulai dari tahap awal pencampuran material semen dan pasir, kemudian pengepresan menggunakan alat pres khusus, hingga proses pengeringan. Seluruh tahapan ini dilaksanakan di sarana asimilasi edukasi batako pres yang tersedia di Lapas Ambon.

Pesanan batako dari masyarakat ini tidak hanya menunjukkan adanya permintaan pasar, tetapi juga mencerminkan kepercayaan publik terhadap kualitas produk yang dihasilkan. “Satu batako pres yang diproduksi itu seharga Rp1.500,” kata Herliadi, menunjukkan nilai ekonomi dari hasil karya WBP.

Sinergi antara Lapas Ambon dan masyarakat ini menjadi fondasi penting dalam membangun citra positif WBP. Ini juga membuka peluang kontribusi ekonomi yang lebih luas melalui produk UMKM yang dihasilkan dari Pelatihan Batako Lapas Ambon.

Apresiasi dan Dampak Positif Program Kemandirian

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi tinggi terhadap program Pelatihan Batako Lapas Ambon ini. Ia menilai bahwa produksi batako pres oleh warga binaan merupakan bentuk nyata dari implementasi program akselerasi kemandirian.

Ricky Dwi Biantoro menekankan pentingnya program semacam ini bagi pengembangan diri WBP. “Program seperti ini tidak hanya berdampak positif bagi warga binaan secara pribadi, tetapi juga membuka peluang kontribusi ekonomi yang lebih luas melalui produk UMKM,” tegasnya.

Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan pembinaan yang tepat, WBP dapat menjadi individu yang produktif dan mandiri setelah menjalani masa pidana. Pelatihan Batako Lapas Ambon menjadi contoh sukses bagaimana pembinaan dapat memberikan nilai tambah signifikan bagi WBP dan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi