Polda Maluku Matangkan Pengamanan Groundbreaking Blok Masela dengan Standar VVIP

Polda Maluku mematangkan pengamanan menjelang peletakan batu pertama atau "groundbreaking" Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela pada 16 Juli 2026, dengan menerapkan standar VVIP mengingat rencana kehadiran Presiden RI.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Maluku Matangkan Pengamanan Groundbreaking Blok Masela dengan Standar VVIP
Polda Maluku mematangkan pengamanan menjelang peletakan batu pertama atau "groundbreaking" Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela pada 16 Juli 2026, dengan menerapkan standar VVIP mengingat rencana kehadiran Presiden RI. (AntaraNews)

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku tengah mempersiapkan pengamanan secara intensif menjelang peletakan batu pertama atau "groundbreaking" Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela. Acara penting ini dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 16 Juli 2026 mendatang, menandai dimulainya proyek vital bagi ketahanan energi nasional. Kesiapan pengamanan ini menjadi prioritas utama guna memastikan kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan.

Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan bahwa pengamanan akan dilakukan dengan standar "Very Very Important Person" (VVIP) karena direncanakan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Seluruh personel kepolisian diwajibkan memahami prinsip "zero tolerance" terhadap kesalahan dalam operasi pengamanan ini. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya acara groundbreaking Blok Masela bagi negara.

Pengamanan ketat ini tidak hanya berfokus pada aspek seremonial, tetapi juga bertujuan untuk mendukung kelancaran pembangunan proyek dan iklim investasi di Indonesia. Blok Masela merupakan agenda strategis nasional yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian dan ketersediaan energi. Oleh karena itu, semua pihak terkait diminta untuk bersinergi demi suksesnya acara tersebut.

Kesiapan Polda Maluku Amankan Groundbreaking Blok Masela

Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolda Maluku, menyampaikan bahwa seluruh personel harus memahami pengamanan ini menggunakan standar VVIP. Pernyataan tersebut disampaikan di Ambon pada Jumat (10/7), menekankan pentingnya kesiapsiagaan maksimal. Kehadiran kepala negara menuntut tingkat keamanan tertinggi tanpa celah sedikit pun.

Proyek Strategis Nasional Blok Masela bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan juga pilar penting bagi ketahanan energi nasional. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi ke Indonesia, menciptakan efek domino positif bagi perekonomian. Oleh karena itu, pengamanan yang solid menjadi kunci keberhasilan awal proyek ini.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Polda Maluku telah melaksanakan latihan praoperasi. Latihan ini bertujuan menyamakan persepsi di antara personel, meningkatkan kemampuan teknis dan taktis, serta memastikan semua prosedur pengamanan VVIP berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Setiap detail pengamanan diperhitungkan secara cermat.

Sinergi dan Antisipasi Potensi Gangguan

Kapolda Dadang menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi pendukung lainnya. Kolaborasi ini krusial agar pengamanan dapat berjalan sesuai rencana yang telah disusun. Tidak boleh ada ego sektoral maupun miskomunikasi antarlembaga.

Seluruh unsur harus bergerak sebagai satu komando, dengan pembagian tugas yang jelas dan terkoordinasi. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang mungkin muncul. Potensi gangguan tersebut meliputi ancaman terorisme, sabotase, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga aksi unjuk rasa.

Langkah-langkah preemtif, preventif, intelijen, dan penegakan hukum secara terukur akan diterapkan untuk mengatasi potensi ancaman tersebut. Selain itu, personel juga diminta memiliki kemampuan membaca perkembangan situasi yang dinamis. Mereka harus memahami berbagai skenario pengamanan, termasuk jika terjadi perubahan kategori kunjungan pejabat negara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi