Pemerintah Kota Ambon (Pemkot Ambon) kini tengah memperkuat pengawasan penggunaan gawai di kalangan remaja. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif terhadap penyebaran radikalisme melalui ruang digital.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, pada Jumat (10/7), menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Satgas Wilayah Maluku Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Rekomendasi tersebut menekankan pentingnya perlindungan generasi muda dari konten negatif di ruang digital.
Pengawasan ketat terhadap gawai remaja menjadi krusial untuk membendung hoaks, ujaran kebencian, dan paham radikal. Tujuannya adalah mencegah penyebaran konten berbahaya sejak dini di lingkungan Ambon.
Advertisement
Advertisement
Rekomendasi Densus 88 dan Urgensi Pengawasan Digital
Kepala Satgas Wilayah Maluku Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol I Wayan Sukarena, menegaskan bahwa pencegahan radikalisme memerlukan kolaborasi. Upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat keamanan semata, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat secara aktif.
Densus 88 selama ini telah menjalankan berbagai program pencegahan di Kota Ambon. Namun, langkah-langkah tersebut perlu diperkuat melalui sosialisasi yang menyasar kelompok rentan, terutama remaja dan pelajar.
Salah satu perhatian utama yang muncul dalam pertemuan adalah tingginya risiko penyebaran paham radikal melalui ruang digital. Oleh karena itu, Densus 88 mendorong Pemkot Ambon untuk meningkatkan edukasi mengenai penggunaan gawai secara bijak bagi generasi muda.
Advertisement
Advertisement
Program Terintegrasi Pemkot Ambon untuk Literasi Digital
Wali Kota Bodewin M. Wattimena menjelaskan bahwa Pemkot Ambon akan segera menginstruksikan beberapa dinas terkait. Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pendidikan, serta jajaran camat dan lurah akan menyusun program pengawasan digital yang terintegrasi.
Program ini dirancang untuk diperkuat melalui edukasi intensif di sekolah-sekolah di seluruh Ambon. Tujuannya adalah agar para pelajar mampu memanfaatkan teknologi informasi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Peningkatan literasi digital menjadi fokus utama dalam program ini. Diharapkan, generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun konten yang mengandung paham radikal yang beredar luas di internet.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Multi Pihak untuk Masa Depan Digital Aman
Pengawasan digital yang efektif membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga institusi pendidikan dan keluarga. Keterlibatan aktif semua elemen masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang aman.
Edukasi berkelanjutan mengenai bahaya radikalisme dan pentingnya verifikasi informasi harus terus digalakkan. Ini akan membangun benteng pertahanan diri yang kuat bagi remaja dalam menghadapi ancaman di dunia maya.
Dengan program terintegrasi dan kolaborasi yang solid, Pemkot Ambon berupaya maksimal. Tujuannya adalah untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman radikalisme yang dapat merusak tatanan sosial dan kebangsaan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews