Operasi SAR Dihentikan, Dua Korban Hilang Kapal Tenggelam Donggala Belum Ditemukan
Dua korban hilang kapal tenggelam KLM Nur Ainun Balqis di perairan Donggala dinyatakan belum ditemukan setelah tujuh hari pencarian dihentikan oleh tim SAR gabungan.
Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian dua korban kapal tenggelam KLM Nur Ainun Balqis di perairan Selat Makassar, wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Kedua korban, atas nama Guswan (47) dan Adam (20), dinyatakan hilang setelah upaya pencarian intensif selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.
Keputusan penghentian pencarian ini diambil setelah musyawarah antara tim SAR gabungan, pihak keluarga korban, dan pemerintah setempat. Musyawarah tersebut berlangsung pada Minggu, 22 Februari, sore hari, menandai berakhirnya fase pencarian aktif.
Meskipun operasi SAR dihentikan, Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan. Apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di kemudian hari, operasi SAR akan kembali dibuka dan unsur-unsur yang terlibat akan dikerahkan lagi.
Kronologi Tenggelamnya KLM Nur Ainun Balqis
Kapal KLM Nur Ainun Balqis dilaporkan memulai pelayaran dari Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara, dengan tujuan Pelabuhan Orange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Perjalanan kapal tersebut dimulai pada hari Kamis, 12 Februari, sekitar pukul 02.00 Wita, membawa total lima orang penumpang sekaligus awak kapal.
Namun, di tengah perjalanan, saat berada di perairan Selat Makassar, kapal mengalami musibah. Kapal dihantam ombak besar yang menyebabkan oleng dan akhirnya tenggelam.
Seluruh penumpang dan awak kapal yang berada di dalamnya dilaporkan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari insiden nahas tersebut.
Upaya Pencarian Tim SAR Gabungan
Muh Rizal menjelaskan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian secara maksimal selama tujuh hari penuh. Pencarian ini melibatkan KN SAR Baladewa dan juga dibantu oleh kapal-kapal nelayan setempat, menunjukkan sinergi dalam operasi kemanusiaan ini.
Pada hari terakhir operasi, tim berangkat dari dermaga KN SAR Baladewa di Kota Palu, dengan fokus pencarian dipersempit. Radius pencarian ditetapkan sekitar 50 mil laut, dengan jarak antartrek pencarian 1 mil laut ke arah selatan dan barat.
Tim SAR menghadapi kendala serius selama proses pencarian, terutama karena posisi pasti tenggelamnya KLM Nur Ainun Balqis tidak diketahui secara akurat. Hal ini mempersulit upaya penemuan korban di area perairan yang luas.
Status Korban dan Langkah Selanjutnya
Dari total lima orang yang berada di atas KLM Nur Ainun Balqis saat kejadian, tiga korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka diselamatkan oleh nelayan Donggala dan kini telah kembali berkumpul dengan keluarga.
Ketiga korban yang selamat adalah Saharudin (47), Muh Alwi (32), dan Mukain (47). Sementara itu, dua korban lainnya, Guswan (47) dan Adam (20), masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan hingga operasi SAR dihentikan.
Setelah penutupan operasi SAR, Muh Rizal menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan di area perairan tersebut. Jika ada indikasi atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan korban, operasi pencarian akan segera diaktifkan kembali untuk melanjutkan upaya penemuan.
Sumber: AntaraNews