Basarnas Ambon Resmi Tutup Operasi Pencarian ABK KM Indo Perkasa 03
Setelah tujuh hari pencarian intensif, Basarnas Ambon secara resmi menghentikan operasi Pencarian ABK KM Indo Perkasa 03 yang tenggelam di Perairan Kepulauan Aru, meninggalkan empat awak kapal yang masih dinyatakan hilang.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon secara resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan terhadap empat anak buah kapal (ABK) KM Indo Perkasa 03. Kapal tersebut tenggelam di Perairan Kepulauan Aru, Maluku, sejak Senin (2/2) sekitar pukul 07.00 WIT. Penutupan ini dilakukan setelah upaya pencarian intensif selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon menyatakan bahwa operasi SAR dihentikan karena tidak ada tanda-tanda keberadaan korban. Keputusan ini diambil setelah koordinasi dan evaluasi bersama perwakilan keluarga korban serta potensi SAR setempat. Empat ABK yang belum ditemukan adalah Nari, Andriyanus, Aditya Saputra, dan Agung Muhammad.
Tragedi ini bermula pada 4 Februari 2026, ketika Unit Siaga SAR Dobo menerima laporan mengenai tenggelamnya kapal cumi KM Indo Perkasa 03. Kapal dengan 16 ABK itu dihantam gelombang tinggi di Perairan Pulau Wasir (Toba) Utara, Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.
Tantangan dan Upaya Pencarian Intensif
Memasuki hari ketujuh operasi, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari dua SRU (Search and Rescue Unit) dikerahkan untuk mencari keempat korban lainnya. Dua unit alut laut, yaitu RIB USS Dobo dan Speedboat BPBD Dobo, menyisir dua titik koordinat berbeda di Perairan Laut Aru. Upaya pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.
Pelaksanaan operasi SAR menghadapi tantangan signifikan berupa cuaca buruk dan gelombang tinggi di sekitar Perairan Laut Aru. Meskipun demikian, kondisi ini tidak mengurangi semangat seluruh Tim SAR Gabungan dalam melakukan pencarian. Mereka terus berupaya maksimal di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat.
Pada hari terakhir operasi, pencarian terus dilakukan hingga menjelang sore hari, mencakup jarak sekitar 35 Nautical Mile ke arah Utara dan Barat. Namun, upaya tersebut belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban yang hilang.
Identifikasi Korban dan Penyelamatan ABK
Sebelum penutupan operasi, Basarnas Ambon telah menerima informasi penting terkait identifikasi korban. Tim DVI Polda Maluku berhasil mengidentifikasi satu orang korban atas nama Imam, yang sebelumnya dimakamkan oleh warga di Desa Jerwatu, Kecamatan Aru Utara. Informasi ini diterima pada dua hari sebelum operasi SAR dihentikan.
Dengan identifikasi tersebut, total empat korban berhasil dikenali. Mereka adalah Fransiskus, Liadi, Muhamad Panji, dan Imam. Sementara itu, delapan orang ABK lainnya berhasil selamat dari insiden tenggelamnya KM Indo Perkasa 03.
Para ABK yang berhasil selamat meliputi Zainudin (nahkoda), Muhammad Bilal, Afrizal, Ahmad Fauzi, Febry Alziran Firmansyah, Muhamad Nur Isnaeni, Muhammad Ridwan, serta Wandi Salusi. Mereka berhasil diselamatkan setelah insiden kapal tenggelam akibat dihantam gelombang tinggi.
Keputusan Penghentian Operasi SAR
Keputusan untuk menghentikan operasi SAR diambil setelah tujuh hari pencarian intensif tidak membuahkan hasil. Koordinasi dan evaluasi mendalam dilakukan bersama perwakilan keluarga korban dan seluruh potensi SAR yang terlibat. Tidak adanya tanda-tanda penemuan korban menjadi faktor utama penutupan operasi ini.
Meskipun operasi pencarian resmi ditutup, Basarnas Ambon tetap berkomitmen untuk terus memantau perkembangan. Mereka juga siap merespons jika ada informasi baru terkait keberadaan empat ABK yang masih hilang. Prioritas utama adalah keselamatan tim dan efektivitas operasi.
Penutupan operasi ini menandai berakhirnya fase pencarian aktif, namun bukan berarti mengabaikan nasib para korban. Pihak berwenang akan terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan masyarakat setempat untuk setiap informasi yang mungkin muncul di kemudian hari.
- Empat ABK yang belum ditemukan:
- Nari
- Andriyanus
- Aditya Saputra
- Agung Muhammad
- Fransiskus
- Liadi
- Muhamad Panji
- Imam
- Zainudin (nahkoda)
- Muhammad Bilal
- Afrizal
- Ahmad Fauzi
- Febry Alziran Firmansyah
- Muhamad Nur Isnaeni
- Muhammad Ridwan
- Wandi Salusi
Sumber: AntaraNews