Bangkai Kapal Ikan Terbakar KM Maluku Prima Makmur Ditemukan, 11 Awak Masih Hilang di Laut Banda
Tim SAR Ambon menemukan bangkai KM Maluku Prima Makmur 03 yang terbakar di Laut Banda. Namun, 11 awak kapal, termasuk nakhoda, masih dalam pencarian. Apa yang terjadi pada mereka?
Tim SAR Ambon, Maluku, berhasil menemukan bangkai kapal penangkap ikan KM Maluku Prima Makmur 03 yang hangus terbakar di Perairan Laut Banda. Penemuan ini terjadi pada Sabtu, 22 November, dalam operasi pencarian hari kedua yang intensif. Namun, kabar duka menyelimuti penemuan ini karena 11 awak kapal, terdiri dari seorang nakhoda dan sepuluh Anak Buah Kapal (ABK), belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
Musibah kebakaran yang menimpa kapal ini dilaporkan terjadi pada 20 November 2025, setelah kapal bertolak dari Pelabuhan Tulehu sejak 8 November 2025. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, menyatakan bahwa tim SAR terus berupaya maksimal. Mereka mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 242 Bharata untuk menyisir area luas di perairan tersebut.
Operasi pencarian ini difokuskan di sejumlah titik koordinat yang telah dipetakan, dengan harapan menemukan tanda-tanda keberadaan para korban. Meskipun bangkai kapal telah ditemukan, ketiadaan awak kapal di lokasi penemuan menimbulkan kekhawatiran besar. Basarnas Ambon berkomitmen untuk melanjutkan upaya pencarian hingga semua awak kapal dapat ditemukan.
Penemuan Bangkai Kapal dan Kondisinya
Operasi SAR hari kedua dilanjutkan sejak pukul 07:00 WIT, dengan KN SAR 242 Bharata bertolak dari Pelabuhan Tulehu menuju titik-titik koordinat yang telah ditentukan. Upaya pencarian ini mencakup area luas di Perairan Laut Banda, yang dikenal dengan kondisi geografisnya yang menantang. Tim SAR melakukan penyisiran cermat untuk mencari petunjuk.
Sekitar pukul 14.17 WIT, KN SAR 242 Bharata akhirnya berhasil menemukan KM Maluku Prima Makmur 03. Kapal nahas tersebut ditemukan dalam kondisi hangus terbakar pada koordinat 4° 1'44.76"S - 129° 5'43.26"E. Lokasi penemuan ini berjarak kurang lebih 36.87 Nautical Mile dengan heading 27.99° arah Timur Laut dari lokasi kejadian awal kebakaran.
Seluruh bagian atas kapal penangkap ikan tersebut habis terbakar, dan bangkainya masih terombang-ambing di permukaan air. Tim SAR melakukan penyisiran menyeluruh di sekitar bangkai kapal dan di dalam sisa-sisa kapal. Sayangnya, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di lokasi penemuan bangkai kapal terbakar ini. Hal ini semakin mempersulit upaya pencarian awak kapal.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian Lanjutan
KM Maluku Prima Makmur 03 dilaporkan berangkat dari Pelabuhan Tulehu pada 8 November 2025, dengan tujuan spot memancing di Perairan Laut Banda. Informasi mengenai musibah kebakaran diterima pemilik kapal pada 20 November, sekitar pukul 17.50 WIT. Kebakaran terjadi pada pukul 02:00 WIT dini hari di koordinat 4°33'52.20''S-128°48'33.55"E.
Setelah penemuan bangkai kapal, Basarnas Ambon segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pencarian. Sekitar pukul 16.22 WIT, KN SAR Bharata menghubungi KM Raja Manta, kapal yang melintas dengan rute Banda-Ambon. Koordinasi ini bertujuan agar KM Raja Manta dapat memberikan bantuan SAR jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Selain itu, Basarnas Ambon juga berkoordinasi dengan dua unit KRI, yaitu KRI Balongan dan KRI Kerapu, dari Guspurla Koarmada III dan Kodaeral IX Ambon. Kedua KRI ini sedang melakukan patroli di sekitar Perairan Laut Banda. Mereka diminta untuk memberikan bantuan SAR dan menginformasikan kepada Basarnas Ambon apabila menemukan tanda-tanda keberadaan awak kapal yang hilang.
Hingga pukul 18.00 WIT, KN SAR 242 Bharata telah melakukan operasi pencarian sejauh 42 Nautical mile dengan heading 68.71° arah Timur dari lokasi kejadian awal. Namun, hasil pencarian masih nihil. Operasi pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Minggu, 23 November 2025, pagi hari. Fokus utama tetap pada pencarian awak kapal yang hilang.
Daftar Awak Kapal yang Masih dalam Pencarian
Sebelas awak kapal KM Maluku Prima Makmur 03 yang masih dalam pencarian tim SAR terdiri dari seorang nakhoda dan sepuluh Anak Buah Kapal (ABK). Keluarga mereka menanti kabar dengan penuh harap, sementara tim SAR terus berupaya keras. Berikut adalah nama-nama awak kapal yang dilaporkan hilang:
Pencarian terhadap para awak kapal ini menjadi prioritas utama Basarnas Ambon dan seluruh tim yang terlibat. Mereka berharap dapat segera menemukan para korban dan memberikan informasi kepada keluarga yang menunggu. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika ada informasi relevan terkait keberadaan awak kapal yang hilang.
Sumber: AntaraNews