Pencarian ABK Bintan: Tim SAR Intensifkan Pencarian Sembilan Awak KM Makmur Jaya
Kantor SAR Tanjungpinang mengerahkan tim untuk Pencarian ABK Bintan, menyusul terbaliknya KM Makmur Jaya di perairan Pulau Merapas yang menyebabkan sembilan awak kapal hilang dan memantik upaya penyelamatan besar-besaran.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang tengah gencar melakukan operasi Pencarian ABK Bintan, menyusul insiden terbaliknya kapal KM Makmur Jaya di perairan Pulau Merapas, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kecelakaan laut ini terjadi pada Minggu dini hari, mengakibatkan sembilan anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif.
Insiden nahas ini bermula saat kapal yang mengangkut 29 orang tersebut dihantam gelombang tinggi, menyebabkan kapal miring dan akhirnya terbalik. Sebanyak 20 ABK berhasil diselamatkan oleh kapal lain yang melintas, namun sembilan ABK lainnya yang sempat berada di sekoci penyelamat belum ditemukan.
Tim SAR gabungan telah dikerahkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 90 NM dari Dermaga Sekupang, Batam, untuk menyisir area perairan. Upaya pencarian ini diharapkan dapat segera menemukan para korban yang masih hilang di tengah kondisi perairan Bintan.
Kronologi Terbaliknya KM Makmur Jaya
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi kecelakaan KM Makmur Jaya pada Minggu pukul 21.05 WIB dari agen kapal bernama Lago. Kapal tersebut dilaporkan terbalik pada koordinat 01°00.584′N−105°19.255'S di perairan Pulau Merapas.
KM Makmur Jaya diketahui bertolak dari Kampung Bugis, Tanjungpinang, menuju Pulau Pengibu pada Sabtu (7/3) pukul 14.00 WIB. Perjalanan yang seharusnya lancar berubah menjadi malapetaka ketika kapal dihantam gelombang tinggi.
Gelombang besar tersebut menyebabkan posisi kapal menjadi miring secara drastis, hingga akhirnya terbalik di perairan Pulau Merapas pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Kondisi cuaca ekstrem menjadi pemicu utama insiden yang membutuhkan Pencarian ABK Bintan ini.
Upaya Penyelamatan dan Pencarian ABK Hilang
Dalam situasi darurat, 20 ABK berhasil menyelamatkan diri dengan bertahan di atas badan kapal yang terbalik. Beruntung, kapal KM Sinar Abadi yang kebetulan melintas di lokasi kejadian pada pukul 11.00 WIB berhasil mengevakuasi mereka.
Fazzli menyatakan bahwa 20 ABK yang selamat langsung dievakuasi ke Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan, untuk diserahterimakan kepada pihak agen kapal. Mereka kini sedang dalam tahap penggalian informasi lebih lanjut terkait insiden tersebut.
Namun, nasib sembilan ABK lainnya yang sempat naik ke sekoci penyelamat masih belum diketahui keberadaannya. Sekoci tersebut dilaporkan terpisah dari kapal utama setelah insiden, sehingga fokus utama kini adalah Pencarian ABK Bintan yang hilang.
Tim SAR Gabungan Dikerahkan Intensif
Untuk mempercepat proses Pencarian ABK Bintan, tim Rescue Pos SAR Batam bersama kru KN SAR Purworejo 101 yang berjumlah 22 personel telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Mereka akan melakukan penyisiran intensif di area perairan Pulau Merapas.
Pencarian korban tidak hanya melibatkan Kantor SAR, tetapi juga potensi SAR gabungan dari berbagai instansi. Kolaborasi ini mencakup Pos AL Kijang, Polsek Bintan Timur, BPBD Bintan, Polairud Bintan, dan Pos AL Berakit.
Tim gabungan diestimasikan tiba di area pencarian pada Senin (9/3) pukul 06.30 WIB untuk segera memulai operasi. Koordinasi antarlembaga diharapkan dapat memastikan efektivitas dan keberhasilan dalam menemukan sembilan ABK yang masih hilang.
Sumber: AntaraNews