Tim gabungan dari berbagai instansi hingga kini masih berupaya keras menemukan satu korban hilang akibat insiden tenggelamnya Kapal Surya Bahari Rawasaban. Peristiwa nahas ini terjadi di tengah perairan Pulau Bokor, dekat Pulau Dapur, Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Jenudin M Z (33) menjadi satu-satunya yang belum ditemukan dari delapan korban yang semula dinyatakan hilang.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengonfirmasi bahwa pencarian pada hari Rabu (8/10) telah diakhiri tanpa hasil. Meskipun demikian, upaya pencarian intensif telah dilakukan di area yang luas. Pihak berwenang akan melanjutkan operasi pencarian esok hari untuk menemukan korban.
Kecelakaan kapal nelayan ini terjadi pada Selasa (7/10) dini hari, memicu respons cepat dari tim penyelamat. Tujuh korban lainnya telah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, namun keberadaan Jenudin masih menjadi misteri. Tim SAR dan instansi terkait terus berkomitmen untuk menuntaskan pencarian ini.
Advertisement
Advertisement
Upaya Pencarian Intensif Tim Gabungan
Pencarian korban hilang Jenudin M Z (33) telah melibatkan area yang sangat luas, mencakup perairan sekitar Pulau Pari, Pulau Lancang, dan Pulau Bokor. Desiana Kartika Bahari menjelaskan bahwa luas area pencarian hari ini mencapai kurang lebih 110 NM2 Nautica Miles Persegi. Upaya ini menunjukkan keseriusan tim dalam menemukan korban.
Untuk mendukung operasi pencarian, tim gabungan mengerahkan 13 kapal dari berbagai instansi. Kapal-kapal tersebut meliputi KN SAR Antasena, RBB Jakarta, RIB Damkar Pulau Pari, KNP 348 KPLP, KNP 5118 UPP Karang Hantu, dan KP VII 1020 Polair PMJ. Selain itu, ada juga KP VII 1006 Polair PMJ, KP VII 1016 Polair PMJ, KP VII 1024 Polair PMJ, KP VII 2009 Polair PMJ, KP VII 1023 Polair PMJ, KP VII 1017 Polair PMJ, serta kapal-kapal nelayan setempat.
Tim yang terlibat dalam pencarian ini juga sangat beragam, melibatkan banyak pihak. Mereka adalah tim rescue Kansar Jakarta, ABK Pantai Mutiara, Pos TNI AL P. Untung Jawa, Pos Polair P. Untung Jawa, dan VTS Tj. Priok. Juga turut serta KSOP Cituis, Pos TNI AL Tj. Kait, Damkar Pos Pulau Pari, Dishub Pulau Pari, Polair Pulau Pari, KKP Muara Baru, Polsek Untung Jawa, BPBD DKI Jakarta, Polair PMJ, Bakamla, KPLP Tj Priok, DMC DD, dan nelayan. Desiana Kartika Bahari juga menyampaikan, “Apabila menemukan tanda-tanda korban agar menghubungi petugas.”
Advertisement
Advertisement
Kronologi dan Identitas Korban Kapal Tenggelam
Insiden tenggelamnya Kapal nelayan Surya Bahari Rawasaban terjadi pada dini hari Selasa (7/10). Kapal tersebut karam di tengah Pulau Bokor, dekat Pulau Dapur, Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Kecelakaan ini menyebabkan delapan orang dinyatakan hilang pada awalnya, memicu kekhawatiran serius dari pihak berwenang.
Setelah dilakukan pencarian awal, tujuh dari delapan korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka yang berhasil diselamatkan adalah Wahyudin (38) yang merupakan nakhoda kapal, Imron (23), Juli, Kartani (30), Wawan (40), Kacung (35), dan Mamat (35). Keberhasilan penyelamatan sebagian besar korban ini memberikan harapan di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung.
Namun, satu korban, Jenudin M Z (33), masih belum ditemukan hingga pencarian hari Rabu (8/10) dihentikan sementara. Pencarian akan dilanjutkan pada keesokan harinya. Desiana Kartika Bahari menegaskan, “Pencarian akan dilanjutkan esok hari untuk mencari korban hilang.” Pihak berwenang juga telah melakukan pemapelan terhadap kapal melintas melalui Vessel Traffic Service (VTS) Pelabuhan Tanjung Priok, sebuah sistem pemantauan lalu lintas maritim yang berfungsi seperti kontrol lalu lintas udara, untuk membantu dalam pencarian.
Advertisement
Sumber: AntaraNews