PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon telah mengimplementasikan layanan penyeberangan 24 jam untuk lintasan vital Hunimua–Waipirit. Langkah ini diambil guna mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang di bulan Mei 2026. Layanan ekstra ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus penumpang dan kendaraan di Maluku.
General Manager ASDP Ambon, Syamsuddin Tanassy, menjelaskan bahwa layanan ini diberlakukan dalam dua periode krusial, yakni pada 1–3 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Buruh, serta 14–16 Mei 2026 saat libur Kenaikan Isa Almasih. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya ASDP untuk memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan masyarakat.
Lintasan Hunimua–Waipirit sendiri merupakan jalur penghubung strategis antara Pulau Ambon dan Pulau Seram. Dengan adanya layanan penyeberangan 24 jam ini, diharapkan aktivitas ekonomi dan pergerakan penduduk di kedua pulau tersebut dapat berjalan lebih optimal tanpa hambatan berarti.
Advertisement
Advertisement
ASDP Ambon secara proaktif meningkatkan frekuensi layanan penyeberangan di lintasan Hunimua–Waipirit menjadi 24 jam penuh. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang dan kendaraan yang signifikan selama hari libur nasional. Penambahan jam operasional ini menjadi solusi efektif untuk mengurangi kepadatan di pelabuhan.
Kebijakan layanan 24 jam ini secara khusus melayani penyeberangan pada malam hari, mulai pukul 22.30 WIT hingga 03.15 WIT. Waktu operasional tambahan ini dirancang untuk menampung volume trafik yang tinggi. Hal ini juga memberikan fleksibilitas lebih bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan di luar jam normal.
Menurut Syamsuddin Tanassy, tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh pengguna jasa. ASDP berkomitmen memastikan bahwa layanan penyeberangan tetap optimal. Terutama pada saat-saat terjadi peningkatan trafik yang intens.
Advertisement
Advertisement
Pelaksanaan operasional 24 jam di lintasan Hunimua–Waipirit menerapkan skema bergiliran antar kapal. Pada tanggal 1 Mei, KMP. Tanjong Koako beroperasi, dilanjutkan KMP. Roka Tenda pada 2 Mei, dan KMP. Terubuk pada 3 Mei. Skema rotasi ini dirancang untuk menjaga ritme operasional tetap optimal.
Sistem pergantian kapal ini juga memastikan kesiapan armada dan kru selalu dalam kondisi prima selama periode layanan berlangsung. ASDP Ambon menegaskan bahwa keselamatan dan kelancaran operasional adalah prioritas utama. Oleh karena itu, persiapan matang telah dilakukan.
ASDP juga memastikan bahwa seluruh petugas di lapangan siap siaga untuk mengawal kelancaran penyeberangan. Kesiapan ini mencakup aspek teknis kapal dan pelayanan kepada penumpang. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir potensi kendala yang mungkin timbul.
Advertisement
Advertisement
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan mereka dengan baik dan memanfaatkan pembelian tiket secara daring. Imbauan ini bertujuan untuk menghindari antrean panjang di pelabuhan dan memastikan proses keberangkatan yang lebih tertib. Platform resmi ASDP disarankan untuk pembelian tiket.
Pembelian tiket melalui platform resmi akan menjadikan perjalanan lebih aman dan nyaman. Langkah ini juga mendukung upaya digitalisasi layanan transportasi. Dengan demikian, pengalaman pengguna jasa akan menjadi lebih efisien dan terorganisir.
Peningkatan layanan penyeberangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi lokal. Sebagai jalur vital penghubung Pulau Ambon dan Seram, kelancaran mobilitas akan mendukung distribusi barang dan jasa. Hal ini tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku.
Advertisement
Sumber: AntaraNews