Kapal Pengangkut Besi Tua Tenggelam di Perairan Gresik, Dua ABK Tewas dan Satu Masih Hilang
Korban terbaru yang ditemukan adalah Halimi (32), yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin pagi.
Kapal nelayan pengangkut besi tua tenggelam di perairan sekitar pelabuhan PLTU Kabupaten Gresik, mengakibatkan dua anak buah kapal (ABK) meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Korban terbaru yang ditemukan adalah Halimi (32), yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin pagi.
Sebelumnya, satu korban lain, Sukir, juga ditemukan meninggal dunia pada hari kejadian. Sementara itu, satu korban lainnya, Ajib (55), hingga kini masih belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan korban Halimi ditemukan sekitar 1,3 mil laut dari lokasi kejadian.
“Korban pertama dievakuasi menuju RSUD Ibnu Sina Gresik untuk penanganan lebih lanjut dan tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap satu ABK yang menjadi korban terakhir,” ujarnya.
Kronologi
Peristiwa tenggelamnya kapal terjadi pada Sabtu (2/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Kapal yang mengangkut besi tua tersebut dilaporkan tenggelam setelah air masuk ke dalam lambung kapal, diduga akibat gelombang dari kapal lain yang melintas di sekitar lokasi.
Dalam insiden ini, satu nahkoda dan empat ABK menjadi korban. Dua orang, yakni Alim dan Yusuf, berhasil diselamatkan oleh kapal lain yang kebetulan melintas di lokasi kejadian sesaat setelah kapal tenggelam.
Sementara itu, korban Sukir ditemukan lebih dahulu dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR dari Ditpolairud Polda Jatim dan Satpolairud Polres Gresik pada hari yang sama. Pencarian kemudian difokuskan pada dua korban lainnya, Ajib dan Halimi, yang sempat dinyatakan hilang.
Dengan ditemukannya Halimi, jumlah korban meninggal dunia menjadi dua orang, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Surabaya, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Satpolairud Polres Gresik, RAPI, Poskamladu, Madas Gresik, serta nelayan setempat.
Hingga saat ini, tim SAR masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian guna menemukan korban terakhir. Upaya pencarian dilakukan dengan memperluas area pencarian di perairan sekitar pelabuhan PLTU Gresik, dengan mempertimbangkan arus laut dan cuaca di lokasi.