SAR Gabungan Terus Cari ABK Hilang Batam Usai Tugboat Terbalik di PT ASL
Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan satu ABK hilang Batam setelah insiden tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, menyebabkan tiga kru meninggal dunia. Simak detail pencarian dan kendala yang dihadapi.
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan terus melakukan pencarian terhadap satu anak buah kapal (ABK) yang hilang di lokasi kecelakaan tugboat terbalik. Insiden ini terjadi di perairan sekitar galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Jumat (6/3).
Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengungkapkan bahwa informasi mengenai kejadian ini diterima pihaknya pada Jumat (6/3) pukul 17.57 WIB dari seorang pelapor. Tim dari Batam segera menuju lokasi kejadian untuk berkoordinasi dengan Polairud, KPLP, dan pihak PT ASL.
Kecelakaan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat tugboat sedang menarik kapal kargo Kyparissia yang tengah menjalani proses docking. Dari lima kru yang berada di kapal, satu orang berhasil selamat, tiga orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.
Insiden Tugboat Terbalik di Perairan Batam
Kecelakaan tugboat yang terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Batam, telah menyebabkan duka mendalam bagi keluarga kru kapal. Tugboat tersebut mengalami insiden saat sedang menjalankan tugas penarikan kapal kargo Kyparissia yang sedang dalam proses perbaikan di galangan.
Dari total lima orang kru di atas kapal, M. Habib Ansyari berhasil selamat dari musibah tersebut. Namun, tiga kru lainnya ditemukan meninggal dunia, yaitu Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, dan Jhonson Bertuahman Damanik sebagai kepala kamar mesin.
Para korban meninggal dunia telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Mutiara Aini Batam untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, satu korban yang masih belum ditemukan adalah Yusuf Tankin, yang bertugas sebagai second engineer.
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Polairud, KPLP, dan PT ASL, masih fokus pada upaya pencarian Yusuf Tankin. Mereka juga berupaya menangani kondisi kapal yang terbalik untuk mempermudah proses evakuasi.
Kendala dan Upaya Pencarian ABK Hilang
Proses pencarian korban Yusuf Tankin menghadapi sejumlah kendala serius di lapangan. Komandan Pos SAR Batam, Dedius Sembiring, menjelaskan bahwa kondisi kapal yang tenggelam menjadi risiko tinggi bagi tim penyelam.
Selain itu, adanya tumpahan minyak di dalam kapal dan akses yang sempit menuju ruang dalam kapal semakin mempersulit upaya pencarian. Tim penyelam harus berhati-hati dalam setiap pergerakan untuk menghindari bahaya tambahan.
Sebagai langkah penanganan, tugboat yang terbalik tersebut rencananya akan digeser ke tepi perairan. Hal ini diharapkan dapat mempermudah proses evakuasi dan pencarian korban di dalam kapal. Pihak galangan juga telah memasang oil boom di sekitar lokasi kejadian sebagai antisipasi tumpahan minyak lebih lanjut.
Tim SAR gabungan terus berkoordinasi dan menunggu air pasang untuk mempermudah langkah penanganan selanjutnya. Kerja sama antara berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pencarian ini.
Rentetan Kecelakaan di Galangan PT ASL
Insiden tugboat terbalik ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja yang terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Batam. Sebelumnya, serangkaian insiden fatal telah terjadi di lokasi yang sama dalam beberapa waktu terakhir.
Pada 24 Juni 2025, kebakaran di kapal MT Federal II menyebabkan empat pekerja meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka. Kejadian ini menjadi perhatian serius terkait standar keselamatan kerja di galangan tersebut.
Kemudian, pada 15 Oktober 2025, insiden kembali terjadi di kapal yang sama, menewaskan 14 orang dan melukai 17 pekerja lainnya. Selanjutnya, pada 29 Desember 2025, dua pekerja meninggal akibat tersengat listrik saat melakukan pengecatan kapal.
Terakhir, kebakaran juga kembali terjadi pada 25 Januari 2026 di kawasan galangan tersebut, meskipun dalam kejadian itu tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Rentetan insiden ini menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di PT ASL Batam.
Sumber: AntaraNews