Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian Korban Speed Boat Tenggelam di Perairan Karimun

Operasi pencarian korban speed boat tenggelam di perairan Karimun terus dilakukan tim SAR gabungan setelah insiden yang menyebabkan satu orang hilang dan tiga selamat, memicu pertanyaan tentang keselamatan maritim.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian Korban Speed Boat Tenggelam di Perairan Karimun
Operasi pencarian korban speed boat tenggelam di perairan Coastal Area Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Satu korban masih dalam pencarian setelah insiden pada Rabu malam yang menyebabkan empat orang terjatuh ke (AntaraNews)

Tanjungpinang – Tim SAR gabungan masih terus melaksanakan operasi pencarian terhadap satu korban yang hilang akibat insiden speed boat tenggelam. Peristiwa nahas ini terjadi di perairan depan Coastal Area Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Tiga korban lainnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, menjelaskan bahwa informasi mengenai kejadian ini baru diterima pihaknya pada Jumat pagi, sekitar pukul 06.40 WIB. Laporan tersebut berasal dari anggota Satpolairud Polres Karimun, yang kemudian segera ditindaklanjuti dengan pengerahan tim.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, termasuk personel dari Pos SAR Karimun, Satpolairud Polres Karimun, serta masyarakat setempat. Mereka berupaya maksimal menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca di lapangan.

Insiden bermula pada Rabu (7/1) sekitar pukul 23.00 WIB, ketika empat orang korban berangkat memancing ikan. Mereka menggunakan speed boat pancung bermesin 200 PK dari Pintu Air Kolong menuju perairan depan Coastal Area Karimun. Perjalanan memancing ini menjadi awal dari kejadian yang tidak terduga.

Sekitar pukul 01.00 WIB, cuaca di perairan mulai memburuk secara drastis, mendorong para korban untuk berniat menepi. Namun, di tengah upaya tersebut, mesin kapal mengalami kerusakan parah dan tidak dapat dihidupkan kembali. Situasi ini membuat kapal kehilangan kendali.

Kapal tiba-tiba dihantam ombak besar hingga terbalik, menyebabkan seluruh penumpang terjatuh ke laut. Mereka berupaya bertahan hidup dengan mengapung menggunakan jerigen yang tersedia. Momen kritis ini menjadi penentu nasib para korban di tengah ganasnya laut.

Beruntung, tiga korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh KM Sempurna di perairan Pulau Pandan. Mereka kemudian dievakuasi oleh Satpolairud Polres Karimun untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penemuan ini memberikan harapan di tengah upaya pencarian yang sulit.

Sementara itu, satu korban lainnya, Zainudin, masih belum ditemukan hingga saat ini, memicu operasi pencarian yang lebih intensif. Tim Penyelamat Pos SAR Karimun yang berjumlah lima personel segera bergerak menuju lokasi kejadian. Mereka menggunakan RIB 01 TBK untuk memperluas cakupan pencarian.

Fazzli menegaskan bahwa operasi pencarian terhadap korban akan terus dilakukan. Prioritas utama adalah keselamatan personel yang bertugas, serta penyesuaian strategi berdasarkan kondisi cuaca di lapangan. Koordinasi antarpihak terus ditingkatkan demi hasil terbaik.

  • Tiga Korban Selamat:
    • Misran (45 tahun), warga Ranggam, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing.
    • Reski Febrianda (19 tahun), warga Perum Bukit Indah Carok, Kecamatan Tebing.
    • Supriyanto (25 tahun), warga Pelabuhan Kolong.
  • Zainudin (33 tahun), warga Ranggam, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi