Kalsel Tuntaskan Penanaman 148,5 Hektare Program FOLU Net Sink Norwegia
Dinas Kehutanan Kalsel berhasil menuntaskan penanaman 148,5 hektare dalam program FOLU Net Sink Kalsel Norwegia Contribution, menandai langkah maju rehabilitasi hutan dan lahan.
Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan telah sukses menyelesaikan penanaman rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) seluas 148,5 hektare. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program FOLU Net Sink 2030 Norwegia Contribution tahap dua dan tiga. Seluruh penanaman mencapai realisasi 100 persen di dua kelompok tani hutan (KTH) yang terlibat.
Kepala Seksi RHL Dishut Kalsel, Engkos Koswara, menjelaskan bahwa lokasi pertama berada di wilayah kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kusan. Tepatnya pada KTH Maju Bersama di Desa Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, dengan luasan penanaman mencapai 120 hektare.
Lokasi kedua kegiatan RHL yang telah tuntas selanjutnya berada di wilayah kerja KPH Pulau Laut Sebuku. Ini melibatkan KTH Tunas Rejeki di Desa Tanjung Lalak, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru, dengan luas areal penanaman mencapai 28,5 hektare dan seluruh kawasan telah tertanam secara menyeluruh.
Capaian Penanaman Program FOLU Net Sink Kalsel di Dua Lokasi Strategis
Program FOLU Net Sink Kalsel telah menunjukkan capaian signifikan dengan penuntasan penanaman di dua lokasi utama. KTH Maju Bersama di Kabupaten Tanah Bumbu menjadi salah satu pelaksana program ini, berhasil menanam di lahan seluas 120 hektare. Inisiatif ini menandai komitmen kuat dalam pemulihan ekosistem hutan.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat dari masyarakat lokal dalam mendukung upaya rehabilitasi hutan. Lokasi kedua, KTH Tunas Rejeki di Kabupaten Kotabaru, juga tidak kalah penting. Mereka menuntaskan penanaman di area seluas 28,5 hektare, berkontribusi pada total luasan yang signifikan.
Total luasan 148,5 hektare yang telah tertanam ini menjadi bukti nyata kontribusi Kalimantan Selatan. Ini sejalan dengan target FOLU Net Sink 2030 yang dicanangkan pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Pentingnya Tahap Pemeliharaan dalam Keberlanjutan Ekologis
Setelah penanaman tuntas, kegiatan RHL di kedua KTH kini memasuki fase pemeliharaan tanaman. Fase ini sangat penting untuk memastikan tingkat keberhasilan tumbuh tetap optimal. Tujuannya adalah menjaga fungsi ekologis kawasan dalam jangka panjang dan memastikan bibit tumbuh dengan baik.
Engkos Koswara menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan lapangan, progres pemeliharaan menunjukkan hasil positif. Pemeliharaan meliputi berbagai aspek krusial seperti penyulaman bibit yang mati, penyiangan gulma, serta perlindungan dari hama dan penyakit. Langkah ini vital untuk kelangsungan hidup bibit pohon yang telah ditanam.
Keberhasilan program FOLU Net Sink Kalsel sangat bergantung pada fase pemeliharaan ini. Tanpa pemeliharaan yang baik, investasi dalam penanaman bisa menjadi sia-sia. Oleh karena itu, Dishut Kalsel memberikan perhatian khusus pada tahap ini untuk menjamin keberlanjutan.
Memperkuat Koordinasi dan Pengetahuan Kelompok Tani Hutan
Pembinaan terhadap KTH terus dilakukan secara intensif oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Pembinaan ini bertujuan memperkuat koordinasi pelaksanaan rehabilitasi. Selain itu, juga untuk meningkatkan pemahaman anggota kelompok terhadap tahapan pemeliharaan tanaman yang efektif.
Menurut Engkos, hal itu dilaksanakan untuk menyatukan persepsi dan membangun kekompakan kelompok tani. Seluruh anggota dikumpulkan dalam setiap pertemuan agar pemahaman dan pelaksanaan di lapangan dapat berjalan selaras dan optimal. Ini menciptakan sinergi yang kuat.
Kegiatan pembinaan juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan RHL. Evaluasi mencakup aspek teknis penanaman maupun pemeliharaan. Ini dilakukan agar kualitas pelaksanaan program dapat terus ditingkatkan pada kegiatan berikutnya, memastikan perbaikan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews