Dishut Kalsel Lanjutkan RHL RBC 4: Fokus Arboretum Mangrove dan Pemulihan Lahan Mineral
Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) melanjutkan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) berbasis hasil (RBC 4), fokus pada pembangunan arboretum mangrove dan pemulihan lahan mineral untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) melanjutkan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) melalui skema Result Based Contribution (RBC) 4. Program ini secara spesifik berfokus pada pembangunan arboretum mangrove dan pemulihan lahan mineral, sebagai langkah konkret untuk mendukung keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan RHL Dishut Kalsel, Alip Winarto, menyampaikan informasi ini di Banjarbaru pada hari Kamis. Tim sedang aktif mengumpulkan data primer dan sekunder, termasuk melakukan ground check lapangan. Ini untuk memastikan kesesuaian kondisi lapangan dengan data yang ada.
Program RHL RBC 4 merupakan kelanjutan dari RBC 1-3 yang telah berhasil menuntaskan tahap penanaman dan pemeliharaan. Beberapa area kini memasuki fase pemeliharaan tahun pertama dan kedua. Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak agar pelaksanaannya efektif.
Fokus dan Inovasi Program RHL RBC 4
Program RHL RBC 4 Dishut Kalsel memiliki fokus ganda yang strategis untuk pemulihan ekosistem. Ini mencakup areal Perhutanan Sosial dan Areal Penggunaan Lain (APL) yang menjadi prioritas utama. Inovasi pembangunan arboretum mangrove menjadi salah satu daya tarik utama program ini.
Alip Winarto menjelaskan bahwa skema RBC 4 memadukan rehabilitasi lahan mineral dan mangrove. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan dampak lingkungan yang signifikan dan berkelanjutan. Tim lapangan terus bekerja keras untuk memverifikasi data dan kondisi di lokasi.
Kelanjutan dari RBC 1 hingga 3 menunjukkan komitmen jangka panjang Dishut Kalsel terhadap rehabilitasi hutan. Tahap penanaman dan pemeliharaan sebelumnya telah berhasil diselesaikan dengan baik. Kini, beberapa lokasi memasuki masa pemeliharaan lanjutan untuk memastikan pertumbuhan optimal.
Target luas rehabilitasi untuk tahun anggaran 2026 mencapai 6.053 hektare di beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan. Angka ini menunjukkan skala dan ambisi program dalam upaya pemulihan lingkungan. Rapat koordinasi rehabilitasi DAS menjadi kontributor utama dalam penetapan target ini.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Dampak Lingkungan
Keberhasilan program RHL RBC 4 sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara berbagai pihak. Dishut Kalsel menekankan pentingnya sinergi dengan BPDAS Barito dan pihak terkait lainnya. Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) juga menjadi elemen krusial dalam pelaksanaan program.
Pemangku kawasan seperti KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) dan Tahura (Taman Hutan Raya) juga berperan aktif. Keterlibatan mereka memastikan bahwa program rehabilitasi berjalan sesuai dengan rencana dan regulasi yang berlaku. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan efektivitas program di lapangan.
Alip Winarto berharap kegiatan ini dapat secara signifikan meningkatkan kualitas pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Selain itu, program RHL RBC 4 diharapkan dapat mendorong pemulihan ekosistem mangrove yang vital. Upaya ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan hutan dan lahan di seluruh Kalimantan Selatan.
Dishut Kalsel menegaskan bahwa RBC 4 adalah langkah terukur yang berbasis pada hasil nyata. Program ini dirancang untuk memastikan perhutanan sosial dan rehabilitasi lahan berjalan efektif. Dampak positif yang nyata bagi lingkungan menjadi tujuan utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini.
Sumber: AntaraNews