Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) tengah gencar merealisasikan program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS). Hingga kini, capaiannya telah mencapai sekitar 50 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun 2025 mendatang. Realisasi ini menjadi fokus utama menjelang masuknya musim penghujan di wilayah tersebut.
Program rehabilitasi ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem hutan dan memperkuat penutupan lahan di Kalsel secara signifikan. Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan. Percepatan penanaman menjadi prioritas utama guna mencapai target yang telah ditetapkan.
Untuk mendukung percepatan dan efektivitas pengawasan, Dishut Kalsel akan meluncurkan inovasi Sistem Informasi Pengawasan Rehabdas Kalsel (SIPDAS Kalsel). Aplikasi ini diharapkan mampu mempermudah pemantauan serta mempercepat respons terhadap berbagai permasalahan di lapangan. Kehadiran SIPDAS Kalsel menjadi kunci dalam optimalisasi program ini.
Advertisement
Advertisement
Capaian Progres dan Strategi Percepatan Rehabilitasi DAS
Kepala Seksi Pengelolaan DAS Dishut Kalsel, Muslim, mengungkapkan bahwa progres pelaksanaan rehabilitasi DAS di Kalsel telah mencapai sekitar 2.500 hektare. Angka ini merepresentasikan 50 persen dari target keseluruhan 5.000 hektare yang dicanangkan hingga tahun 2025. Pihaknya terus berupaya keras untuk memenuhi sisa target tersebut.
Memasuki musim penghujan, Dishut Kalsel memfokuskan upaya pada percepatan penanaman di berbagai lokasi DAS. Momentum ini dianggap krusial untuk memastikan bibit tanaman dapat tumbuh optimal. Seluruh jajaran diminta untuk segera melaksanakan penanaman agar target dapat terpenuhi tepat waktu.
Muslim menekankan pentingnya pelaksanaan rehabilitasi yang efektif, efisien, dan berdampak nyata bagi lingkungan Kalsel. Komitmen ini tidak hanya terbatas pada pencapaian angka, tetapi juga pada kualitas pemulihan ekosistem. Upaya ini menjadi bagian integral dari pelestarian lingkungan hidup di provinsi tersebut.
Advertisement
Advertisement
Inovasi SIPDAS Kalsel: Pengawasan Lebih Cepat dan Transparan
Guna mendukung percepatan capaian rehabilitasi DAS, Dishut Kalsel akan memperkenalkan inovasi Sistem Informasi Pengawasan Rehabdas Kalsel (SIPDAS Kalsel) pada tahun 2026. Aplikasi ini dirancang khusus untuk mempermudah proses pemantauan kegiatan rehabilitasi di lapangan. Kehadiran SIPDAS diharapkan membawa efisiensi dalam pengawasan.
Muslim menjelaskan bahwa SIPDAS Kalsel akan mempercepat respons terhadap permasalahan yang mungkin timbul di lapangan. Selain itu, aplikasi ini juga bertujuan untuk memperkuat efektivitas pengawasan program rehabilitasi secara menyeluruh. "Dengan adanya SIPDAS Kalsel, kami optimistis proses pengawasan menjadi lebih cepat dan transparan," ujarnya.
Transparansi dan kecepatan dalam pengawasan merupakan elemen kunci untuk memastikan akuntabilitas program. Inovasi ini menunjukkan komitmen Dishut Kalsel dalam memanfaatkan teknologi demi keberhasilan rehabilitasi DAS. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir hambatan dan memaksimalkan hasil di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Program Lain dan Komitmen Pemulihan Ekosistem
Selain pelaksanaan rehabilitasi DAS, Dishut Kalsel juga aktif menjalankan program-program lain di luar area DAS. Salah satunya adalah program FOLU Net Sink tahap 2 yang mencakup area seluas 280 hektare. Saat ini, program tersebut sedang dalam tahap persiapan penanaman (P0).
Program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation plus/REDD+) juga menjadi perhatian. Sebanyak 250 hektare lahan untuk program REDD+ sedang dalam tahap persiapan penanaman (P0). Ini menunjukkan upaya komprehensif dalam mitigasi perubahan iklim.
Lahan milik Pemerintah Provinsi Kalsel seluas 108 hektare juga menjadi bagian dari inisiatif ini. Sebanyak lima hektare dari target 10 hektare telah dilakukan pembersihan lahan (land clearing). Kegiatan ini merupakan langkah awal dimulainya pelaksanaan rehabilitasi melalui program REDD+ KALSEL 2025.
Advertisement
Muslim menegaskan komitmen Dishut Kalsel untuk mempercepat capaian rehabilitasi lahan. "Kami berkomitmen untuk mempercepat capaian rehabilitasi lahan, baik melalui skema APBN maupun non-APBN untuk memperkuat upaya penutupan lahan dan pemulihan ekosistem hutan di Kalsel," kata Muslim. Ini menunjukkan pendekatan multi-skema dalam pembiayaan dan pelaksanaan.
Sumber: AntaraNews