I.League Jelaskan Detail Bonus dan Hadiah untuk Juara BRI Super League 2025/2026
Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda akan berkompetisi secara ketat untuk meraih gelar juara BRI Super League 2025/2026 hingga akhir musim.
BRI Super League 2025/2026 tinggal menyisakan dua pekan lagi. Menariknya, hingga saat ini belum ada kepastian siapa yang akan menjadi juara di liga sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut.
Saat ini, Persib Bandung masih memimpin klasemen sementara dengan perolehan 75 poin. Meskipun demikian, tim yang dilatih Bojan Hodak tersebut hanya unggul dalam head to head atas Borneo FC Samarinda yang berada di posisi kedua.
Direktur kompetisi I.League, Asep Saputra, memberikan penjelasan mengenai skema pembagian hadiah di BRI Super League 2025/2026. Ia menyebutkan pihaknya memiliki metode khusus dalam pembagian hadiah tersebut.
Menurut Asep, I.League menerapkan kombinasi antara prestasi di klasemen akhir atau yang dikenal dengan istilah sporting merit, serta nilai jual klub yang dinilai berdasarkan rating dan share televisi. Penilaian ini baru akan dilakukan pada akhir musim, sehingga memberikan dinamika tersendiri di akhir kompetisi.
Berbeda dengan Championship
Asep Saputra menjelaskan bahwa skema pembagian hadiah di BRI Super League memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan Pegadaian Championship. Pada liga yang berada di level kedua tersebut, pihaknya secara jelas mengungkapkan jumlah nominal hadiah yang akan diterima oleh para pemenang.
"Dalam beberapa musim terakhir, hadiah uang Championship atau Liga 2 memang kami umumkan," ujar Asep Saputra dari I.League kepada awak media di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ia menambahkan, "Namun, kalau BRI Super League, sistemnya agak berbeda bahwa setiap bulan kami memberikan fix contribution kepada klub."
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa transparansi dalam pengumuman hadiah di Pegadaian Championship menjadi salah satu keunggulan dibandingkan dengan BRI Super League.
Tergantung Peringkat
Asep Saputra menjelaskan bahwa posisi di klasemen akhir BRI Super League 2025/2026 akan berdampak besar pada jumlah hadiah yang akan diterima oleh setiap tim.
"Berikutnya, ada yang namanya variable contribution. Ini sifatnya sesuai dengan perhitungan tiga aspek. Tim peringkat satu, dua, tiga, sampai ke-15 itu angkanya berbeda secara menurun. Tiga tim terakhir malah tidak terima sama sekali," jelasnya.
Dia menambahkan, "Karena kontribusi variabel itu kami berikan berdasarkan prestasi. Kata lainnya itu seperti hadiah, tetapi bentuknya bukan prize money seperti di Championship."
Dengan demikian, semakin baik prestasi tim di liga, semakin besar kontribusi yang mereka terima. Hal ini menunjukkan pentingnya performa tim dalam menentukan imbalan yang akan didapatkan di akhir kompetisi.
Rating dan Share
Salah satu faktor penting yang memengaruhi adalah rating dan share televisi. Program yang menarik banyak penonton saat siaran langsung akan berpotensi mendapatkan hadiah yang besar.
"Lalu ada juga perhitungan berdasarkan rating dan share tayangan TV, yang angkanya dilihat di akhir musim. Seberapa besar nilainya, setiap klub berbeda angkanya. Sebetulnya itu adalah bentuk hadiah yang diterima oleh klub," tandas Asep Saputra.
Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan suatu program televisi tidak hanya tergantung pada konten, tetapi juga seberapa banyak penonton yang dapat dijangkau. Dengan demikian, pengukuran rating dan share menjadi sangat krusial dalam menentukan keberhasilan dan imbalan yang diterima oleh klub-klub yang terlibat.