Dua Nelayan Hilang Parigi Moutong Ditemukan Selamat Usai Terombang-ambing di Laut
Operasi SAR gabungan berhasil menemukan dua Nelayan Hilang Parigi Moutong yang sempat terombang-ambing di laut selama beberapa hari, salah satunya alami luka gigitan hiu.
Dua nelayan asal Kelurahan Bantaya, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut, kini telah ditemukan dalam keadaan selamat. Gilang Agil (21) dan Agil (19) berhasil diselamatkan melalui operasi SAR maritim gabungan. Penemuan ini mengakhiri kekhawatiran keluarga dan tim pencari yang telah berupaya selama beberapa hari.
Kedua nelayan tersebut berangkat melaut sejak Selasa (10/2) sekitar pukul 13.00 WITA dari pesisir Bantaya. Mereka berniat mencari ikan di perairan yang berjarak sekitar empat jam perjalanan dari daratan. Biasanya, mereka hanya melaut selama satu malam dan kembali ke darat keesokan harinya.
Namun, hingga Jumat (13/3) malam, keduanya belum juga kembali ke daratan. Situasi ini mendorong pihak keluarga untuk segera melaporkan kejadian hilangnya mereka kepada tim SAR maritim. Laporan tersebut memicu dimulainya operasi pencarian besar-besaran oleh berbagai pihak.
Detik-detik Hilangnya Dua Nelayan Parigi Moutong
Gilang Agil dan Agil, warga RT 13 RW 06 Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, memulai perjalanan melaut mereka pada Selasa (10/2) siang. Mereka menggunakan perahu kecil untuk mencari nafkah di perairan sekitar Parigi Moutong. Area penangkapan ikan yang mereka tuju memerlukan waktu tempuh sekitar empat jam dari pesisir.
Keluarga dan kerabat awalnya tidak terlalu khawatir karena kebiasaan kedua nelayan ini adalah kembali setelah satu malam. Namun, saat Jumat (13/3) malam tiba dan tidak ada tanda-tanda kepulangan mereka, kekhawatiran mulai mencuat. Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk melaporkan hilangnya kedua nelayan ini kepada tim SAR maritim.
Laporan tersebut diterima sekitar pukul 22.30 WITA, memicu respons cepat dari jajaran Satpolairud Polres Parigi Moutong. Mereka segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memulai upaya pencarian. Koordinasi ini melibatkan nelayan lokal, penjaga rumpon, serta kapal-kapal penangkap ikan yang beroperasi di wilayah perairan tersebut.
Operasi Pencarian dan Penyelamatan Nelayan Hilang
Kasat Polairud Polres Parigi Moutong, Iptu Gigih Winanda, menjelaskan bahwa pihaknya juga menghubungi para pengusaha perikanan. Tujuannya adalah untuk menyebarkan informasi kepada penjaga rumpon dan nakhoda kapal agar segera melapor jika menemukan keberadaan Gilang dan Agil. Langkah ini sangat krusial dalam memperluas jangkauan informasi.
Tim gabungan yang dibentuk terdiri atas personel Satpolairud Polres Parigi Moutong, Ditpolairud Polda Sulawesi Tengah, TNI AL, Basarnas, dan BPBD. Keluarga korban juga turut serta dalam upaya pencarian ini. Mereka berkumpul di pesisir pantai Bantaya, yang ditetapkan sebagai titik awal operasi pencarian.
Di tengah proses pencarian yang intensif, sebuah informasi penting datang dari seorang penjaga rumpon. Penjaga rumpon tersebut melaporkan bahwa kedua nelayan tersebut berhasil menyelamatkan diri dan berada di Rumpon Waras. Rumpon tersebut diketahui milik seorang nelayan bernama Ipan, memberikan secercah harapan besar bagi tim penyelamat.
Menindaklanjuti informasi keberadaan Nelayan Hilang Parigi Moutong tersebut, kapal penangkap ikan terdekat segera diarahkan untuk melakukan evakuasi. Dalam perjalanan kembali ke darat, kapal evakuasi ini bertemu dengan perahu tim SAR maritim gabungan. Kedua korban kemudian dipindahkan ke perahu tim SAR untuk dibawa langsung ke pantai Bantaya.
Kondisi Korban dan Apresiasi Tim Penyelamat
Setibanya di pesisir Bantaya, Gilang Agil dan Agil langsung mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis. Setelah itu, mereka segera dibawa ke RSUD Anutaloko Parigi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kondisi kesehatan mereka menjadi prioritas utama setelah pengalaman terombang-ambing di laut.
Iptu Gigih Winanda mengungkapkan bahwa salah satu korban mengalami luka yang cukup serius. Luka tersebut diakibatkan oleh gigitan ikan hiu saat keduanya terombang-ambing di tengah laut. Insiden ini menunjukkan betapa berbahayanya situasi yang mereka alami selama hilang.
Dengan ditemukannya kedua nelayan tersebut dalam keadaan selamat, operasi SAR maritim gabungan secara resmi dinyatakan selesai. Iptu Gigih Winanda menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama semua pihak yang terlibat. Mulai dari personel Polairud, TNI AL, Basarnas, BPBD, hingga para nelayan dan penjaga rumpon yang cepat memberikan informasi di lapangan.
Beliau juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut. Penting untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum dan selama berlayar guna menghindari kejadian serupa. Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut.
Sumber: AntaraNews