Misteri Terpecahkan: Nelayan Belitung Timur Hilang Kontak Ditemukan Selamat Setelah Mati Mesin
Dua nelayan Belitung Timur yang sempat hilang kontak di perairan Karang Kering akhirnya ditemukan selamat, meski kapal mereka mati mesin. Bagaimana tim SAR berhasil menemukannya?
Kabar gembira datang dari perairan Belitung Timur setelah dua nelayan yang sempat hilang kontak berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Y (67) dan Y (50), keduanya nelayan setempat dan warga Desa Manggar, ditemukan terombang-ambing di laut setelah kapal mereka mengalami mati mesin dan tidak bisa bergerak.
Kejadian ini bermula saat keduanya berangkat mencari ikan pada Jumat (12/9) pukul 03.00 WIB dari Pantai Oliver Manggar menuju perairan Karang Kering. Keluarga mulai khawatir ketika hingga malam hari kedua nelayan tersebut tak kunjung kembali, padahal biasanya sudah pulang pada pukul 14.00 WIB.
Tim SAR gabungan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung segera bergerak setelah menerima laporan dan berhasil menemukan kedua korban beserta kapal mereka. Penemuan ini mengakhiri kekhawatiran keluarga dan menunjukkan efektivitas koordinasi antarlembaga dalam operasi penyelamatan di laut.
Proses Pencarian Intensif Tim SAR Gabungan
Keluarga korban yang tidak dapat menghubungi Y (67) dan Y (50) segera melaporkan insiden ini kepada kepala dusun Manggar. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Pos SAR Belitung, memicu respons cepat dari tim penyelamat.
Menerima informasi tersebut, Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menyatakan, "Menerima informasi tersebut, kami segera mengirimkan 1 tim rescue Pos SAR Belitung menuju lokasi kejadian." Tim penyelamat bergerak dari POS SAR menuju dermaga Pelabuhan ASDP Manggar.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, termasuk TNI AL, Satpolair, Babinsa, dan BPBD. Mereka mengerahkan rigid inflatable boat (RIB) milik Basarnas untuk menyisir perairan Karang Kering, fokus mencari kapal nelayan berwarna hijau dengan lis putih.
Detik-detik Penemuan dan Kondisi Nelayan Belitung Timur
Upaya pencarian intensif membuahkan hasil positif. Saat melakukan penyisiran, tim SAR berhasil menemukan kedua nelayan beserta kapalnya. Mereka ditemukan terombang-ambing di laut dengan jarak sekitar 15 nautical mile dari bibir Pantai Oliver.
Kondisi kapal nelayan yang mengalami mati mesin menjadi penyebab utama hilangnya kontak. Beruntung, kedua korban ditemukan dalam keadaan selamat, meskipun harus menghadapi situasi sulit di tengah laut lepas.
I Made Oka Astawa menambahkan, "Pada saat melakukan penyisiran menuju lokasi, korban beserta kapalnya berhasil ditemukan terombang ambing dan mengalami mati mesin dengan jarak 15 nautical mile dari bibir Pantai Oliver." Setelah ditemukan, kapal nelayan tersebut ditarik menuju bibir pantai dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kerja sama dan koordinasi yang baik antar seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat. "Terima kasih kepada segenap unsur SAR gabungan yang turut membantu dalam proses pencarian terhadap korban," tutup I Made Oka Astawa, mengapresiasi dedikasi tinggi tim penyelamat yang telah bekerja keras memastikan keselamatan para nelayan.
Sumber: AntaraNews