Basarnas Ternate Berhasil Lakukan Penyelamatan Dramatis Dua Nelayan di Perairan Batang Dua
Tim SAR Basarnas Ternate berhasil menyelamatkan dua nelayan yang terombang-ambing di perairan Batang Dua setelah longboat mereka tenggelam. Kisah penyelamatan nelayan Ternate ini penuh ketegangan dan menyoroti kesigapan tim SAR.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate berhasil melakukan operasi penyelamatan dramatis pada Rabu, 4 Desember, di perairan Maluku Utara. Dua nelayan yang dilaporkan tenggelam di perairan antara Pulau Batang Dua dan Kota Ternate berhasil dievakuasi dengan selamat. Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dari tim SAR dalam menjaga keselamatan maritim.
Korban, Wahab Samad (60) dan Bobi (16), warga Tugu Waji Kota Tidore Kepulauan, terombang-ambing setelah longboat mereka terbalik dan tenggelam. Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIT saat keduanya tengah memancing di area rumpon. Tim SAR gabungan segera merespons laporan tersebut untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Dengan menggunakan kapal canggih KN SAR 237 Pandudewanata, Tim Rescue Basarnas Ternate bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kedua nelayan tersebut akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi ke tempat yang aman. Penyelamatan ini menjadi bukti nyata kesigapan Basarnas dalam menjaga keselamatan maritim di wilayahnya, khususnya dalam insiden penyelamatan nelayan Ternate.
Kronologi Insiden Longboat Tenggelam
Peristiwa nahas ini bermula saat Wahab Samad dan Bobi sedang asyik memancing di sekitar area rumpon yang biasa mereka kunjungi. Kondisi cuaca dan perairan saat itu belum diketahui secara pasti, namun tiba-tiba longboat yang mereka gunakan mengalami musibah. Perahu kecil tersebut mendadak terbalik tanpa peringatan, menyebabkan kepanikan.
Longboat tersebut kemudian tenggelam sepenuhnya ke dasar laut, meninggalkan kedua nelayan dalam kondisi bahaya yang mengancam jiwa. Dalam kepanikan, keduanya berusaha keras menyelamatkan diri dengan berenang. Mereka berupaya mencapai salah satu rumpon terdekat sebagai tempat bertumpu untuk bertahan hidup di tengah laut yang luas.
Setelah berhasil mencapai rumpon, korban menyadari bahwa mereka tidak mampu kembali ke desa asal mereka karena jarak yang terlalu jauh. Kondisi perairan yang tidak memungkinkan untuk berenang lebih jauh menjadi kendala utama bagi mereka. Dalam situasi terjebak tersebut, mereka mencari cara untuk meminta pertolongan segera dari pihak terkait.
Beruntungnya, salah satu korban berhasil menghubungi rekannya di desa melalui telepon seluler untuk meminta bantuan darurat. Rekan tersebut tanpa menunda langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak Basarnas Ternate. Laporan cepat ini menjadi kunci utama dalam memicu respons penyelamatan yang efektif dan tepat waktu.
Respons Cepat dan Evakuasi oleh Basarnas Ternate
Menanggapi laporan darurat tersebut, Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Ternate, Jofandri Rugebret, segera menggerakkan tim penyelamat. Tim Rescue Kantor SAR Ternate bersama unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Mereka menggunakan kapal canggih KN SAR 237 Pandudewanata yang dilengkapi peralatan lengkap untuk operasi penyelamatan.
Proses pencarian terhadap korban dilakukan dengan sigap dan terkoordinasi di area perairan yang luas. Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan Wahab Samad dan Bobi yang sedang bertahan di rumpon. Kondisi keduanya cukup lemas namun stabil setelah insiden menegangkan tersebut, berkat upaya mereka untuk bertahan.
Setelah berhasil dievakuasi dengan aman ke atas KN SAR 237 Pandudewanata, kedua nelayan tersebut segera mendapatkan penanganan awal. Mereka kemudian dibawa menuju pelabuhan Goto Tidore untuk proses lebih lanjut dan pemeriksaan kesehatan. Setibanya di pelabuhan, korban diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu dengan cemas dan penuh kelegaan.
Basarnas Ternate terus mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Penting untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca ekstrem dan memastikan kelengkapan keselamatan sebelum beraktivitas di laut. Ini demi mencegah insiden serupa dan menjaga keselamatan bersama di perairan Maluku Utara.
Sumber: AntaraNews